alexametrics

Tentara Nasional Kamboja Semangat Belajar Bahasa Indonesia

loading...
Tentara Nasional Kamboja Semangat Belajar Bahasa Indonesia
Setidaknya sebelas anggota dari Royal Cambodian Armed Forces belajar bahasa Indonesia di Pusat Kebudayaan Indonesia di Kamboja yang dikelola oleh KBRI. Foto/KBRI Phnom Penh
A+ A-
PHNOM PENH - Setidaknya 11 anggota dari Royal Cambodian Armed Forces (RCAF) belajar bahasa Indonesia di Pusat Kebudayaan Indonesia di Kamboja (Pusbudi Nusantara) yang dikelola oleh Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Phonm Penh.

Kelas Bahasa Indonesia, yang dimulai kemarin itu dilaksanakan setiap tiga kali seminggu dan dibagi menjadi dua kelas. Anggota RCAF ini diajar oleh Guru Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang ditugaskan oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Kemendikbud RI.

Menurut keterangan KBRI Phonm Penh pada Rabu (14/11), pada awal November 2018 lalu, juga telah dimulai kelas Bahasa Indonesia di Pusbudi kepada lima anggota Pasukan Pengaman Perdana Menteri Kamboja yang belajar lima kali seminggu. 

Selain itu, pengajaran Bahasa Indonesia kepada tentara Kamboja juga telah berlangsung di Markas Besar Brigade 911 Kamboja sejak Oktober 2017 hingga saat ini. Pelaksanaan pengajaran Bahasa Indonesia tersebut dikoordinasikan oleh Atase Pertahanan KBRI Phnom Penh dengan Kementerian Pertahanan Kamboja.

 

"Selain kepada tentara Kamboja, kegiatan pengajaran Bahasa Indonesia kepada pemuda/i Kamboja di Pusbudi Nusantara masih tetap berlangsung tanpa dipungut biaya dari Senin hingga Jumat (Pukul 06.30-08.00 dan Pukul 17.30-19.00) dengan total jumlah murid yang aktif saat ini sebanyak 50 orang," bunyi pernyataan KBRI Phonm Penh.

Selain kepad tentara, KBRI juga akan memberikan pelajaran bahasa Indonesia kepada para pelajar muslim di Kamboja. Pada bulan November 2018 ini, sesuai hasil koordinasi antara KBRI dengan PPSDK, akan dikirimkan juga pengajar Bahasa Indonesia di Cambodia Islamic Center (CIC). Program Bahasa Indonesia di CIC akan dilaksanakan setiap hari dengan jumlah murid sekitar 30-40 santri.

 

"KBRI senantiasa mempromosikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu upaya soft power diplomacy dan sedang menjajaki pembukaan Kelas Bahasa Indonesia di beberapa institusi seperti Cambodian Muslim Women Alliance Association (CMWAA) di Phnom Penh dan  Pannasastra University of Cambodia (PUC)," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak