alexametrics

Turki Berhasil Uji Coba Railgun Hypervelocity, Saingan AS dan Rusia

loading...
Turki Berhasil Uji Coba Railgun Hypervelocity, Saingan AS dan Rusia
Sapan, senjata kinektik elektromagnetik atau railgun hipersonik Turki. Foto/Screenshot YouTube
A+ A-
ANKARA - Turki mengumumkan bahwa mereka berhasil menguji senjata kinetik elektromagnetik hypervelocity atau railgun berkecepatan hipersonik. Dengan mengembangkan senjata berkecepatan hipersonik ini, negara tersebut telah bersaing dengan Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan India.

Ankara menamai senjatanya itu dengan nama "Tübitak Sapan" atau "Tübitak Slingshot". Nama itu mengacu pada nama akronim Dewan Riset dan Teknologi Ilmiah Turki (Tübitak).

Railgun Sapan dilaporkan mampu menembakkan proyektil sejauh 100 kilometer, dengan kecepatan hingga 3.500 meter per detik (12.600 kilometer/jam).

Menurut Angkatan Bersenjata Turki, Sapan telah diuji pada kecepatan 9.300 kilometer/jam, lebih cepat dari Mach 7.5. Ankara, seperti dilaporkan Business Insider, Senin (12/11/2018), bermaksud untuk meningkatkan kecepatan putarannya menjadi Mach 8.5 (10.500 kilometer/jam), sehingga hampir tidak mungkin bagi target untuk mempertahankan diri.

Teknologi railgun memiliki kelebihan tertentu, di antaranya putaran hypervelocity sangat sulit untuk dicegat, dan, karena tidak ada elektronik di dalamnya, senjata itu kebal terhadap gangguan dan peperangan elektronik. Dalam satu tes tembakan langsung, railgun Sapan berhasil menembus bungker beton dengan tulang setebal satu meteran.

Kelemahan utama dari senjata ini adalah konsumsi energinya yang sangat tinggi. Untuk menembak pada 10 putaran per menit (satu tembakan setiap enam detik), sebuah railgun membutuhkan energi sekitar 20 megawatt.

Pertama kali diuji pada tahun 2014, Sapan Turki adalah produk sampingan dari penelitian Tübitak ke dalam teknologi fusi pengekangan inersia, yang juga dikenal sebagai energi termonuklir yang dapat dikontrol.

Saat ini hanya lima negara yang memiliki teknologi railgun, yakni Rusia, AS, China, India, dan Turki. AS menganggap railgun sebagai senjata utama. Sedangkan para ilmuwan Rusia baru-baru ini mencoba aplikasi railgun untuk tujuan damai, seperti untuk pengiriman kargo ke luar angkasa.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak