alexametrics

Hizbullah Akan Respon Setiap Serangan Israel di Lebanon

loading...
Hizbullah Akan Respon Setiap Serangan Israel di Lebanon
Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah mengatakan, kelompok itu akan merespons setiap serangan Israel ke Lebanon. Foto
A+ A-
BEIRUT - Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah mengatakan, kelompok yang dipimpinnya akan membalas serangan Israel terhadap Lebanon. Hal itu nyatakannya dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Setiap serangan pasti dan pasti akan ditanggapi," katanya seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (11/11/2018).

Berbicara di Majelis Umum PBB pada bulan September, Netanyahu menunjukkan citra satelit dari apa yang dia klaim sebagai instalasi peluru kendali yang dipandu milih Hizbollah di bandara internasional Beirut. Ia juga menuduh kelompok itu menggunakan penduduk Beirut sebagai perisai manusia. Netanyahu lantas menekankan bahwa Israel tidak akan membiarkan (Hizbullah) lolos dengan 'perilaku mereka.

Nasrallah menanggapi tuduhan itu pada Oktober, mengatakan bahwa gerakan itu tidak akan membantu musuh dalam perang psikologisnya dengan menyangkal informasi tersebut.

Menteri Luar Negeri Libanon Gebran Bassil membalas, menyalahkan Tel Aviv karena muncul dengan alasan untuk membenarkan agresi.

Ketegangan antara Lebanon dan Israel meningkat awal tahun ini, dengan pejabat tinggi dari kedua negara secara terbuka mempertimbangkan kemungkinan konflik militer.

Rencana Tel Aviv untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan Lebanon serta pendudukan yang sedang berlangsung di Shebaa Farms Lebanon sejak Perang Arab-Israel 1967, perselisihan mengenai ladang gas di Laut Mediterania timur, dan kecurigaan Israel bahwa Iran memberikan dukungan militer Hizbullah telah memainkan peran dalam memburuknya hubungan kedua negara.

Israel telah beberapa kali menuduh Hizbullah sebagai 'proxy teroris' Iran. Netanyahu memperingatkan bahwa Israel akan 'terus menghalangi upaya Iran untuk menggunakan Suriah dan Libanon sebagai basis depan untuk meluncurkan serangan terhadap Israel'.

Konflik besar-besaran terakhir antara kedua negara terjadi pada 2006, ketika Israel menyerang Libanon sebagai tanggapan atas serangan lintas perbatasan oleh Hizbullah dan penculikan dua tentara Israel. Konflik yang berlangsung selama 34 hari dan merenggut nyawa lebih dari 1.300 orang, dihentikan oleh gencatan senjata yang ditengahi PBB.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak