alexametrics

Rusia Kirim S-300 untuk Bela Tentara Suriah, Bukan Menghukum Israel

loading...
Rusia Kirim S-300 untuk Bela Tentara Suriah, Bukan Menghukum Israel
Sistem pertahanan udara S-300 Rusia. Foto/Istimewa
A+ A-
TEL AVIV - Keputusan Rusia untuk memasok Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300 seharusnya tidak dipandang sebagai hukuman bagi Israel atas kecelakaan yang menimpa pesawat Il-20 Rusia. Hal itu ditegaskan Duta Besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov.

Dalam wawancara dengan surat kabar The Times of Israel, Viktorov mengatakan bahwa pengiriman S-300 seharusnya tidak dianggap sebagai tindakan penghukuman sepihak.

"Moskow memberikan Suriah sistem S-300 karena (pihak berwenang Rusia) harus membela kehidupan prajurit militer (Rusia) di Suriah," ujarnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (10/11/2018).

Duta besar itu juga menyebut kecelakaan Il-20 sebagai insiden yang sangat serius dan menunjukkan bahwa insiden semacam itu perlu dihindari di masa depan.

Pada 2 Oktober, Moskow menyelesaikan pengiriman sistem S-300 ke Damaskus dalam upaya meningkatkan keamanan pasukan Rusia yang dikerahkan di negara Timur Tengah itu. Peningkatan pertahanan udara diumumkan setelah pesawat militer Il-20 Rusia jatuh pada 17 September oleh rudal yang diluncurkan oleh sistem pertahanan udara S-200 Suriah yang menargetkan pesawat F-16 Israel yang melakukan serangan udara di Latakia.

Kementerian Pertahanan Rusia telah menyalahkan kecelakaan itu kepada Angkatan Udara Israel, mengklaim bahwa jet Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai perisai terhadap sistem pertahanan udara Suriah.

Israel, pada gilirannya, telah menyuarakan keprihatinan atas keputusan Rusia untuk memasok Suriah dengan S-300. Israel mengatakan bahwa Damaskus akan dapat mengontrol wilayah udara Israel setelah penyebaran sistem pertahanan udara itu.

Rusia telah terlibat dalam operasi militer di Suriah sejak 2015, setelah menerima permintaan yang relevan dari pemerintah Suriah. Israel sendiri telah melakukan serangan udara di Suriah tanpa izin dari Damaskus, membenarkan tindakannya dengan mengklaim perlu untuk melawan kehadiran militer Iran di Suriah.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak