alexametrics

Suntikkan Silikon ke Alat Kelamin, Nyawa Pria Australia Melayang

loading...
Suntikkan Silikon ke Alat Kelamin, Nyawa Pria Australia Melayang
Jack Chapman atau Tank Hafertepen tewas setelah menyuntikkan silikon ke kemaluannya. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Seorang pria asal Australia meninggal dunia setelah menyuntikkan silikon ke dalam alat kelaminnya. Hal itu dilakukannya sebagai bagian dari manipulasi tubuh.

Jack Chapman atau dikenal sebagai Tank Hafertepen memposting foto yang menunjukkan bagian kemaluannya bengkak. Hal itu sebagai efek samping dari suntikan silikon.

Praktik sangat berbahaya ini pun berujung pada meninggalnya Chapman. Pada sertifikat kematian pria berusia 28 tahun ini disebutkan sindrom injeksi silikon sebagai penyebabnya. Masalah paru-paru juga menjadi penyebab lain kematiannya seperti dikutip dari Metro, Jumat (9/11/2018).

Chapman menjadi terlibat dalam hubungan majikan-budak dalam sebuah komunitas gay saat tinggal di San Francisco dan Seattle.

Ibunya, Linda Chapman, menyalahkan Dylan Hafertepen, seorang blogger gay populer, atas kematian putranya. Dylan dikatakan telah memperkenalkan kepada putranya manipulasi tubuh. Linda sendiri telah menemukan kontrak yang tampaknya merinci hubungan pasangan itu.

Di bawah kontrak, Chapman mengambil nama keluarga Hafertepen, menandatangani gajinya dan harus memakai rantai di lehernya.

Untuk memberikan penghormatan kepada Chapman, Hafertepen menulis: "Jika dia adalah duniaku, aku adalah mataharinya; dia membuatku merasa seperti pusat alam semesta."

"Mengatakan saya‘merindukannya’ adalah pernyataan yang meremehkan. Inti dari identitasnya adalah pelayanannya. Dia hidup untuk membantu orang, dan dengan senang hati membantu orang-orang yang dicintainya," sambungnya

"Aku mencintaimu, Tank. Sahabatku, partner, duniaku ...my pup," tukasnya.

Hafertepen sendiri membantah telah memaksa Chapman untuk menyuntikkan silikon ke dalam tubuhnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak