alexametrics

Indonesia Didapuk Jadi Koordinator Pertemuan ASEAN-Rusia

loading...
Indonesia Didapuk Jadi Koordinator Pertemuan ASEAN-Rusia
Para menteri luar negeri Asia, Australia dan Amerika Serikat dalam forum East Asia Summit 2018 di Singapura, Agustus lalu. Foto/REUTERS
A+ A-
JAKARTA - Indonesia, dalam pertemuan East Asia Summit (EAS), didapuk sebagai koordinator pertemuan ASEAN-Rusia untuk tahun 2018 hingga 2021. Pertemuan EAS dan pertemuan puncak ASEAN akan digelar di Singapura pada tanggal 13 hingga 15 November mendatang.

Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kementerian Luar Negeri Indonesia, Benny Siahaan menuturkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri kedua pertemuan tersebut. Dalam pertemuan ASEAN-Rusia, Jokowi akan menyampaikan pandangan umum ASEAN kepada Rusia.

"Dalam pertemuan ini Indonesia akan menjadi koordinator pertemuan ASEAN-Rusia. Dalam pertemuan itu presiden akan menyampaikan common statement, di mana presiden akan menyampaikan pandangan umum negara-negara ASEAN kepada Rusia," kata Benny pada Kamis (8/11/2018).



Benny melanjutkan, selama menjadi koordinator pertemuan ASEAN-Rusia, sejumlah hal yang akan dikedepankan Indonesia adalah soal pemberantasan terorisme, keamanan siber dan manajemen bencana.

Setidaknya akan ada lima dokumen yang akan dirilis dalam pertemuan EAS. Lima dokumen itu antara EAS Leaders’ Statement on ASEAN Smart Cities yang diajukan oleh Singapura, EAS Leaders’ Statement on Countering the Threat of Foreign Terrorist Fighters and Returnees yang diajukan Rusia, EAS Leaders’ Statement on Combating Marine Plastic Debris yang diajukan Indonesia.

Lalu, EAS Leaders’ Statement on the Safe and Secure Use, Storage, and Transport of Nuclear and Other Radioactive Materials yang diajukan oleh Amerika Serikat dan EAS Leaders’ Statement on Deepening Cooperation in Information and Communication Technologies Security and Digital Economy yang diajukan oleh Singapura.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak