alexametrics

Lenyapkan Jasad Khashoggi, Saudi Disebut Kerahkan Ahli Kimia

loading...
Lenyapkan Jasad Khashoggi, Saudi Disebut Kerahkan Ahli Kimia
Para demonstran beraksi di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, menuntut keberadaan jasad wartawan Jamal Khashoggi yang dibunuh sejak 2 Oktober lalu. Foto/REUTERS
A+ A-
ANKARA - Arab Saudi dilaporkan mengerahkan ahli kimia dan ahli toksikologi ke Istanbul setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Pengiriman para ahli yang disebut sebagai "cover-up team (tim penyembunyi)" itu diduga untuk melenyapkan jasad wartawan pengkritik rezim Riyadh tersebut.

Laporan itu dirilis koran pro-pemerintah Turki, Sabah, pada hari Senin (5/11/2018).

Pembunuhan terhadap Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul itu telah memicu kemarahan internasional. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut wartawan 59 tahun itu target pembunuhan yang mengerikan.

Riyadh telah mengakui pembunuhan itu direncanakan. Namun, mereka sejauh ini menolak untuk merilis rincian keberadaan jasad Khashoggi.

Menurut laporan Sabah, Arab Saudi mengirim 11 anggota "cover-up team" ke Istanbul pada 11 Oktober, atau sembilan hari setelah kontributor Washington Post itu hilang usai memasuki kompleks diplomatik untuk mendapatkan dokumen untuk pernikahannya.

Koran Turki itu menyatakan ahli kimia Ahmad Abdulaziz Aljanobi dan ahli toksikologi Khaled Yahya Al Zahrani termasuk di antara 11 anggota yang oleh Saudi diklaim sebagai "tim investigasi". Mereka mengunjungi konsulat setiap hari hingga 17 Oktober, sebelum akhirnya meninggalkan Turki pada 20 Oktober.

Arab Saudi akhirnya mengizinkan polisi Turki untuk menggeledah konsulatnya di Istanbul untuk pertama kalinya pada 15 Oktober.

Kejaksaan Turki pada pekan lalu bahwa Khashoggi dicekik sesaat setelah dia memasuki konsulat. Kejaksaan juga mengonfirmasi bahwa tubuh wartawan itu dipotong-potong.

Yasin Aktay, penasihat Presiden Erdogan, menduga kuat bahwa jasad Khashoggi sudah dilebur atau dilarutkan dengan zat asam sebagai cara untuk menghilangkan jejak atau bukti pembunuhan.

Dalam sebuah editorial yang diterbitkan di The Washington Post, Erdogan menuduh pihak berwenang di Riyadh menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci tentang pembunuhan itu, meskipun mereka menahan 18 tersangka dua minggu yang lalu.

Dia mengatakan perintah untuk membunuh wartawan tersebut berasal dari pejabat "tingkat tertinggi" pemerintah Saudi. Namun, dia tidak percaya bahwa Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud harus disalahkan dalam pembunuhan tersebut.

Jaksa Agung Arab Saudi Sheikh Saud al-Mojeb telah bertemu dengan pemerintah Turki pekan lalu di Istanbul. Namun, dia menolak untuk berbagi informasi soal penyelidikan yang dilakukan Riyadh.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak