alexametrics

Oman Sambut Baik Pernyataan Saudi Soal Khashoggi

loading...
Oman Sambut Baik Pernyataan Saudi Soal Khashoggi
Oman menyatakan menyambut baik pernyataan Arab Saudi atas apa yang dia sebut sebagai insiden yang disesalkan yang menyebabkan kematian Khashoggi. Foto/Istimewa
A+ A-
MUSCAT - Pemerintah Oman menyatakan menyambut baik pernyataan Arab Saudi atas apa yang dia sebut sebagai insiden yang disesalkan yang menyebabkan kematian jurnalis terkemuka Saudi, Jamal Khashoggi.

"Kesultanan menyambut keputusan yang diambil oleh Saudi dalam hal ini, menekankan pentingnya untuk memungkinkan keadilan mengambil jalannya, jauh dari interpretasi apa pun," ucap Kementerian Luar Negeri Oman dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (21/10).

Seperti diketahui, Kejaksaan Saudi dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa Khashoggi tewas setelah berkelahi dengan sejumlah orang yang ditemuinya di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. 

"Penyelidikan masih berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap," bunyi pernyataan kejaksaan Saudi. Dalam pengumuman tersebut, kejaksan Saudi juga menyebut penasihat istana Kerajaan Saudi, Saud al-Qahtani dan Wakil Kepala Intelijen Ahmed Asiri telah dipecat dari jabatannya.

Sementara itu, pasca pengumuman itu Menteri Luar Negeri, Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa ekspor senjata Jerman ke Saudi tidak boleh disetujui untuk sementara waktu karena kematian akibat kekerasan yang terjadi terhadap Kashoggi.

"Saya pikir selama penyelidikan sedang berlangsung dan selama kita tidak tahu apa yang terjadi di sana, tidak ada alasan untuk mengambil keputusan positif tentang ekspor senjata ke Arab Saudi," kata Maas.

Saudi adalah pelanggan terbesar kedua senjata Jerman di belakang Aljazair sejauh tahun ini: hingga September, pemerintah federal Jerman memberikan ijin ekspor senilai 416,4 juta euro untuk Saudi.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak