alexametrics

Suriah Tuduh Serangan Koalisi AS Membunuh 62 Warga Sipil

loading...
Suriah Tuduh Serangan Koalisi AS Membunuh 62 Warga Sipil
Pesawat jet tempur F-16 Amerika Serikat yang beroperasi di Irak dan Suriah. Foto/REUTERS/Hamad I Mohammed
A+ A-
DAMASKUS - Pemerintah Suriah menuduh serangan udara koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Deir ez-Zor sejak hari Jumat telah membunuh sekitar 62 warga sipil. Pemerintah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad itu mendesak PBB melakukan penyelidikan.

Serangan di Deir ez-Zor, menurut Damaskus, terjadi di dua desa dan melibatkan Angkatan Udara AS. Menurut rezim Suriah, tujuan Washington bukan untuk memerangi terorisme di wilayah tersebut, tetapi untuk membunuh rakyat.

Kantor berita negara Suriah, SANA, melaporkan serangan koalisi AS terjadi di desa Sousse dan Bubradan. Banyak warga lainnya juga dilaporkan terluka.

Kementerian Luar Negeri Suriah pada hari Sabtu (20/10/2018) mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB. Surat itu berisi desakan untuk menyelidiki serangan udara koalisi AS di Deir ez-Zor.

"Tragedi itu hanya membuktikan bahwa tujuan operasi AS bukan untuk memerangi terorisme, tetapi untuk membunuh sebanyak mungkin rakyat Suriah," kecam kementerian tersebut.

Pasukan AS dan koalisinya telah berada di Suriah sejak September 2014. Koalisi tersebut mengklaim menjalankan misi untuk memerangi kelompok Islamic State atau ISIS.

Tragedi baru-baru ini terjadi beberapa hari setelah serangan lain yang dilakukan oleh pasukan AS di dekat Kota Hajin, Provinsi Deir ez-Zor. Serangan dua jet tempur F-15 AS itu keliru target, yakni menghantam basis pasukan Kurdi dengan korban tewas enam orang.

Pasukan Kurdi sejatinya adalah sekutu AS dalam memerangi ISIS. Militer maupun pemerintah AS belum berkomentar atas laporan serangan tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak