alexametrics

Kasus Khashoggi Ancam Masa Depan MBS Sebagai Raja Saudi

loading...
Kasus Khashoggi Ancam Masa Depan MBS Sebagai Raja Saudi
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengirim peringatan kepada putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Menurutnya, masa depan MBS sebagai Raja Saudi tergantung pada penanganan kasus dugaan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Sebuah sumber yang mengikuti pertemuan antara Pompeo dengan MBS mengatakan bahwa meski dalam foto yang beredar keduanya tersenyum, namun hal itu seharusnya tidak dibaca sebagai indikasi bahwa pertemuan itu berjalan baik.

"Sebaliknya, Pompeo mengatakan kepada bin Salman dengan tegas bahwa ia harus mengendalikan situasinya dan bahwa setiap fakta akan keluar," kata sumber itu seperti dikutip dari CNN, Kamis (18/10/2018).

Sumber tersebut menambahkan bahwa senyuman kedua orang itu berakhir ketika foto itu diambil.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonim itu mengatakan Pompeo juga menjelaskan kepada MBS bahwa Saudi harus melakukan penyelidikan dengan cepat. Diplomat tinggi AS itu menekankan bahwa waktunya sangat singkat dan orang-orang Saudi harus berurusan dengan orang-orang yang terlibat dengan cepat.

"Pompeo melanjutkan untuk mengatakan kepada pangeran secara blak-blakan bahwa jika mereka tidak mau, AS yang harus berurusan dengan ini dan akan mengambil tindakan karena dunia akan menuntutnya dan bahwa tangan Presiden Trump akan dipaksa oleh tekanan global," kata sumber itu.

Sumber itu mengatakan kepada CNN bahwa Pompeo juga mengatakan kepada bin Salman bahwa dia harus mengetahui apa yang terjadi bahkan jika putra mahkota tidak tahu tentang itu sebelumnya.

Sumber itu tidak menggambarkan bagaimana putra mahkota atau Saudi bereaksi, tetapi mengatakan pesan itu telah diterima. Ketika ditanya apakah Pompeo merasa putra mahkota akan melakukan apa saja, sumber itu mengatakan buktinya akan berada dalam tindakan apa yang dilakukan oleh Saudi.

Sejumlah pejabat Turki mengatakan kepada CNN bahwa mayat Khashoggi dipotong-potong setelah dia dibunuh di konsulat. Seorang sumber mengatakan bahwa ayah empat anak itu, yang berusia 59 tahun ketika dia menghilang, mungkin telah disuntik dengan semacam obat penenang.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak