alexametrics

Pakistan Protes Keputusan Rusia Jual S-400 ke India

loading...
Pakistan Protes Keputusan Rusia Jual S-400 ke India
Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak keputusan Rusia untuk menjual sistem pertahan udara S-400 ke negara tetangga, sekaligus rival Islamabad, yakni India. Foto/Istimewa
A+ A-
ISLAMABAD - Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak keputusan Rusia untuk menjual sistem pertahan udara S-400 ke negara tetangga, sekaligus rival Islamabad, yakni India.

"Kami menentang perlombaan senjata dalam bentuk apa pun di Asia Selatan dan telah mengusulkan langkah-langkah untuk mendorong pengekangan baik dalam senjata nuklir maupun konvensional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Mohammad Faisal.

Dia lalu menuturkan, bahwa negara-negara yang memasok senjata ke India harus memastikan bahwa pengiriman semacam itu tidak mengganggu keseimbangan kekuatan yang ada di wilayah tersebut.

"Kita tidak bisa tetap tidak menyadari perkembangan ini dan berkomitmen kuat untuk mempertahankan pencegahan minimum yang kredibel dengan mengambil langkah apa pun yang diperlukan," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (12/10).

India dan Rusia menandatangani kontrak untuk penjualan sistem pertahanan udara S-400 pada tanggal 5 Oktober saat kunjungan Presiden Vladimir Putin ke New Delhi. India telah menganggap pembelian itu diperlukan untuk keamanan nasional, sambil berharap untuk tidak terkena sanksi Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui hubungan antara New Delhi dan Islamabad menjadi kacau setelah India menuduh Pakistan menyembunyikan orang-orang bersenjata yang menewaskan 19 tentara India di Jammu dan Kashmir pada September 2016. Islamabad menolak klaim itu.

Kedua pihak terus menuduh satu sama lain sering melanggar gencatan senjata di sepanjang perbatasan de fakto di Kashmir, wilayah yang diklaim oleh kedua negara sebagai milik mereka.

Sejak partisi mereka pada tahun 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 1948, 1965 dan 1971 dan dua diantaranya terjadi di wilayah Kashmir.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak