alexametrics

Palestina Tolak Kerjasama dengan Utusan Khusus PBB

loading...
Palestina Tolak Kerjasama dengan Utusan Khusus PBB
Organisasi Pembebasan Palestina menuturkan, para pemimpin Palestina tidak lagi ingin bekerja dengan Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov. Foto/Istimewa
A+ A-
RAMALLAH - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menuturkan, para pemimpin Palestina tidak lagi ingin bekerja dengan Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov. Alasannya, PLO menilai Mladenov telah melangkahi kewenangannya.

Mladenov, bersama Mesir, berusaha mencapai perjanjian gencatan senjata jangka panjang antara Hamas dan Israel. Namun, dalam prosesnya Mladenov tidak melibatkan pemerintah Palestina dalam perundingan tidak langsung itu. 

Ahmed Majdalani, seorang anggota komite eksekutif PLO mengatakan, pihaknya telah memberitahu Sekrertaris Jenderal PBB, Antonio Guterres bahwa pemerintah Palestina tidak lagi menerima Mladenov.

"Mladenov telah melampaui perannya dalam mencari kesepakatan antara Israel dan menyaingi  Hamas, yang mengontrol Gaza. Tindakannya berdampak pada keamanan nasional Palestina dan persatuan rakyat kami," ucap Majdalani, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (12/10).

Keputusan Palestina ini mendapat tentangan dari Israel. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon menuturkan, Palestina telah membuat diri mereka semakin terisolasi dengan mendepak Mladenov.

"Setelah Palestina mengatakan 'tidak' kepada Israel dan 'tidak' kepada Amerika, mereka sekarang mengatakan 'tidak' kepada PBB juga. Dalam keputusan ini, Abu Mazen terus memimpin Otoritas Palestina menuju isolasi internasional, yang pada akhirnya merugikan Palestina," ucap Danon, merujuk pada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak