alexametrics

Bahrain Sebut Kasus Khashoggi Ditujukan untuk Jatuhkan Saudi

loading...
Bahrain Sebut Kasus Khashoggi Ditujukan untuk Jatuhkan Saudi
Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa menyatakan, kasus hilangnya Jamal Khashoggi ditujukan untuk menjatuhkan Arab Saudi. Foto/Reuters
A+ A-
MANAMA - Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa menyatakan, kasus hilangnya Jamal Khashoggi ditujukan untuk menjatuhkan Arab Saudi. Khashoggi hilang pekan lalu dan dikabarkan dibunuh saat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Melalui akun Twitternya, Sheikh Khalid menuturkan, tujuan utama dari penyelidikan Khashoggi adalah bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk mencoba menjatuhkan pemerintah Saudi.



“Targetnya adalah Kerajaan Arab Saudi, dan bukan mencari kebenaran. Lemparkan topeng Anda, dengan sepenuh hati kami akan mendukung mereka (Saudi),” kicau Sheikh Khalid, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (12/10).

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA, Anwar Gargash.

Sementara itu, sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Turki menyatakan ada rekaman audio dan video yang menguatkan dugaan bahwa Khashoggi, dibunuh dan dimutilasi tim algojo Riyadh.

Para pejabat AS dan Turki mengatakan kepada The Washington Post bahwa ada rekaman audio dan video yang membuktikan Khashoggi disiksa, dibunuh dan dimutilasi di dalam konsulat oleh tim algojo Riyadh.

"Rekaman suara dari dalam konsulat memaparkan apa yang terjadi pada Jamal setelah dia masuk," kata salah seorang pejabat yang berbicara secara anonim karena data intelijen itu diklasifikasikan.

"Anda dapat mendengar suaranya dan suara-suara pria yang berbicara bahasa Arab. Anda dapat mendengar bagaimana dia diinterogasi, disiksa, dan kemudian dibunuh," lanjut pejabat tersebut.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak