Korut Sukses Uji Mesin Rudal Hipersonik, AS dan Sekutunya Terancam
Kamis, 21 Maret 2024 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Korea Utara mengeklaim tahun lalu bahwa mereka telah berhasil menguji ICBM berbahan bakar padat pertamanya—kategori rudal balistik terbesar dan memiliki jangkauan terjauh—dan memujinya sebagai terobosan penting dalam kemampuan serangan balik nuklir negara tersebut.
Para pakar mengatakan rudal berbahan bakar padat biasanya memiliki tingkat kemudahan operasional dan keamanan yang lebih tinggi, dibandingkan senjata berbahan bakar cair.
Rudal berbahan bakar padat tidak perlu diisi bahan bakarnya sebelum diluncurkan, sehingga membuatnya lebih sulit ditemukan dan dihancurkan, serta lebih cepat digunakan.
“Hubungan uji darat terbaru ini dengan sistem yang diuji pada bulan November dan Januari masih belum dapat dikonfirmasi,” kata Joseph Dempsey, peneliti analisis pertahanan di International Institute for Strategic Studies, kepada AFP.
Amerika Serikat dan Korea Selatan telah menyelesaikan salah satu latihan militer gabungan tahunan besar mereka pekan lalu, yang memicu reaksi marah dan latihan tembak dari Pyongyang. Korut mengecam semua latihan militer semacam itu sebagai latihan invasi.
Korea Utara bulan ini memperingatkan bahwa Seoul dan Washington akan membayar “harga yang mahal” atas latihan militer mereka, dan kemudian mengumumkan bahwa Kim Jong-un telah mengarahkan unit artileri yang dikatakan mampu menyerang ibu kota Korea Selatan.
Para pakar mengatakan rudal berbahan bakar padat biasanya memiliki tingkat kemudahan operasional dan keamanan yang lebih tinggi, dibandingkan senjata berbahan bakar cair.
Rudal berbahan bakar padat tidak perlu diisi bahan bakarnya sebelum diluncurkan, sehingga membuatnya lebih sulit ditemukan dan dihancurkan, serta lebih cepat digunakan.
“Hubungan uji darat terbaru ini dengan sistem yang diuji pada bulan November dan Januari masih belum dapat dikonfirmasi,” kata Joseph Dempsey, peneliti analisis pertahanan di International Institute for Strategic Studies, kepada AFP.
Amerika Serikat dan Korea Selatan telah menyelesaikan salah satu latihan militer gabungan tahunan besar mereka pekan lalu, yang memicu reaksi marah dan latihan tembak dari Pyongyang. Korut mengecam semua latihan militer semacam itu sebagai latihan invasi.
Korea Utara bulan ini memperingatkan bahwa Seoul dan Washington akan membayar “harga yang mahal” atas latihan militer mereka, dan kemudian mengumumkan bahwa Kim Jong-un telah mengarahkan unit artileri yang dikatakan mampu menyerang ibu kota Korea Selatan.
(mas)
Lihat Juga :