alexametrics

Parade Militer Dibantai, Iran Panggil Dubes Belanda, Denmark dan Inggris

loading...
Parade Militer Dibantai, Iran Panggil Dubes Belanda, Denmark dan Inggris
Suasana kacau sesaat setelah empat pria bersenjata membantai puluhan orang di sebuah parade militer Iran di Ahvaz, Sabtu (22/9/2018). Foto/Tasnim News Agency via REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Kerajaan Inggris, Belanda dan Denmark usai serangan teroris terhadap parade militer di Ahvaz. Empat pria bersenjata membantai puluhan orang, termasuk 12 anggota Garda Revolusi, dalam parade tersebut.

Pemanggilan para diplomat Eropa itu dilakukan setelah Teheran menuduh ketiga negara menyembunyikan kelompok-kelompok oposisi Iran.

"Tidak dapat diterima bahwa kelompok-kelompok ini tidak terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa selama mereka tidak melakukan serangan teroris di Eropa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi.

Sebanyak 25 orang tewas dilaporkan tewas. Laporan lain yang dilansir Al Jazeera menyebut korban tewas 29 orang dan lebih dari 60 orang lainnya luka-luka.

Empat pria berseragam militer palsu dan bersenjata tiba-tiba merangsek masuk ke area pawai militer di Ahvaz. Mereka lantas mengumbar tembakan secara acak.

Serangan mengerikan itu telah diklaim oleh Gerakan Patriotik Demokrasi Arab, sebuah kelompok separatis Ahvaz, yang oleh Teheran disebut mendapat dukungan Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan sponsor teror regional dan master-nya, Amerika Serikat, bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei juga mengaitkan penembakan di Ahvaz dengan sekutu-sekutu AS di Timur Tengah.

"Kejahatan ini merupakan kelanjutan dari plot dari negara-negara regional yang merupakan boneka Amerika Serikat, dan tujuan mereka adalah untuk menciptakan ketidakamanan di negara kita tercinta," kata Khamenei di situsnya.

Khamenei mendesak pasukan keamanan untuk menyeret mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu ke pengadilan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak