alexametrics

Presiden Trump Tunda Rilis Dokumen Penyelidikan terhadap Rusia

loading...
Presiden Trump Tunda Rilis Dokumen Penyelidikan terhadap Rusia
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS/File Photo
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengatakan dokumen penyelidikan terhadap dugaan Rusia ikut campur pemilu 2016 tidak akan segera dirilis. Padahal, beberapa hari lalu dia memerintahkan agar dokumen penyelidikan yang prosesnya sedang berlangsung itu segera diumumkan.

Perintah Trump sebelumnya itu memicu kekhawatiran proses penyelidikan oleh Departemen Kehakiman AS akan terganggu.

Trump, melalui Twitter, mengatakan inspektur jenderal di Departemen Kehakiman akan meninjau dokumen tersebut. "Pada akhirnya saya selalu dapat melakukan deklasifikasi jika terbukti diperlukan," tulis Trump.

Perwakilan untuk Kantor Inspektur Jenderal di departemen tersebut belum bersedia menanggapi permintaan untuk komentar yang diajukan para wartawan.

Senator Mark Warner, politisi Partai Demokrat yang jadi salah satu pemimpin Komite Intelijen Senat, menyambut pernyataan Trump.

"Untungnya tampaknya pikiran yang waras telah menang, setidaknya untuk saat ini. Ini menggarisbawahi mengapa Presiden harus bergantung pada keahlian dan saran dari para profesional intelijen dan penegak hukum, bukan pembawa berita kabel," kata Warner kepada Reuters melalui email, yang dilansir Sabtu (22/9/2018).

Trump sebelumnya telah meminta deklasifikasi dokumen pada hari Senin dalam upaya terakhirnya untuk melemparkan keraguan terhadap penyelidikan, yang telah mengancam posisinya sebagai presiden.

Langkah ini mendorong kritik tajam dari kubu Demokrat bahwa Trump menyalahgunakan kekuasaannya, di mana dia dan sekutunya akan mempolitisasi penyelidikan untuk melindungi Gedung Putih beberapa minggu sebelum pemilu Kongres November mendatang.

Trump membantah berkolusi dengan Rusia dan Moskow membantah ikut campur dalam pemilihanan presiden AS 2016. Namun, badan-badan intelijen utama AS setuju bahwa Rusia memang ikut campur.

Dalam Tweet-nya, Trump mengaku sudah bertemu dengan pejabat Departemen Kehakiman tentang dokumen-dokumen itu."Para pejabat (departemen) Kehakiman mengatakan, merilis materi mungkin memiliki dampak negatif yang dirasakan pada penyelidikan (terhadap) Rusia," tulis Trump.

"Juga, sekutu kunci meminta jangan dirilis," lanjut dia.

Di antara dokumen-dokumen yang Trump ingin rilis adalah bagian dari aplikasi ke pengadilan khusus untuk pengawasan elektronik mantan penasihat kebijakan luar negeri Trump, Carter Page, dan tiga aplikasi untuk pembaruan pengawasan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak