alexametrics

Kremlin Bantah Putin Marah pada Assad soal Tragedi Pesawat Rusia

loading...
Kremlin Bantah Putin Marah pada Assad soal Tragedi Pesawat Rusia
Pesawat pengintai Il-20 militer Rusia. Pesawat tipe ini ditembak jatuh sistem rudal pertahanan S-200 Suriah saat merespons serangan jet-jet tempur Israel di Latakia pada Senin (17/9/2018) malam. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Kremlin membantah laporan bahwa Presiden Vladimir Putin sangat marah kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad karena sistem rudal S-200 Suriah menembak jatuh pesawat Il-20 Rusia. Laporan itu berasal dari Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz.

"Itu tidak benar, jangan percaya laporan-laporan media Israel," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (22/9/2018).Baca: Israel: Putin Sangat Marah pada Assad, Telepon Tak Dijawab



Seperti diberitakan sebelumnya, Katz mengatakan bahwa Putin sangat marah pada Assad usai tragedi penembakan pesawat mata-mata Il-20 yang menewaskan 15 tentara Rusia pada Senin malam lalu. Dia bahkan mengklaim pemimpin Kremlin menolak menjawab telepon Presiden Suriah.

“Presiden Rusia tidak menjawab panggilan telepon Assad. Dia pasti marah dengan apa yang mereka lakukan, dan sudah mengatakan bahwa Israel tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi," kata Katz.

“Assad berusaha menghubunginya dan Putin tidak menjawab. Jadi dia mengiriminya telegram," ujar Katz, seperti dikutip Times of Israel, Jumat (21/9/2018) malam.

Klaim Katz ini berbeda dengan pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya, di mana mereka menyalahkan Israel atas insiden penembakan pesawat mata-mata Il-20 yang menewaskan 15 tentara Moskow. Menurut kementerian itu, pilot jet tempur F-16 Israel menjadikan pesawat Il-20 sebagai tameng saat sistem rudal pertahanan S-200 Suriah merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel.

"Rusia sangat marah pada Assad dan Iran yang mengirim senjata ke Hizbullah di Suriah," imbuh Katz. "Ada alasan mereka khawatir tentang reaksi Rusia."

Peskov mengaku belum tahu nasib hubungan Rusia dan Israel usai tragedi jatuhnya pesawat mata-mata Moskow di Latakia, Suriah.

"Masih terlalu dini untuk menanyakan hal itu. Anda harus meminta (keterangan) Kementerian Pertahanan," kata Peskov kepada para wartawan di Moskow.

Juru bicara Presiden Rusia ini menegaskan bahwa Putin sadar akan informasi yang disajikan militer Israel. Namun belum ada kesimpulan yang dibuat oleh Moskow.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak