alexametrics

Trump: Suriah Tembak Jatuh Pesawat Rusia, Menyedihkan tapi Terjadi

loading...
Trump: Suriah Tembak Jatuh Pesawat Rusia, Menyedihkan tapi Terjadi
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS/File Photo
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ikut mengomentari insiden jatuhnya pesawat pengintai Il-20 militer Rusia usai ditembak jatuh sistem rudal pertahanan S-200 Suriah di Latakia. Menurutnya, insiden itu menyedihkan, terlebih 14 tentara Moskow tewas.

Trump mengatakan, pasukan AS dan negara-negara lain juga berada di dekat wilayah pantai Suriah tersebut dalam misi memerangi kelompok Islamic State atau ISIS.

"Kedengarannya bagi saya dan menurut saya berdasarkan peninjauan fakta bahwa Suriah menembak jatuh pesawat Rusia," kata Trump saat konferensi pers bersama Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Selasa waktu Washington sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (19/9/2018).

"Dan saya mengerti sekitar 14 orang tewas dan itu adalah hal yang sangat menyedihkan tapi itulah yang terjadi," lanjut Trump.

"Kami telah melakukan pekerjaan luar biasa di Suriah dan di wilayah itu (untuk) memberantas ISIS, itulah mengapa kami ada di sana. Dan kami sangat dekat untuk menyelesaikan pekerjaan itu," imbuh Trump.

Data versi Kementerian Pertahanan Rusia jumlah tentara yang tewas dalam insiden itu adalah 15 personel. Pesawat Il-20 ditembak jatuh sistem rudal S-200 Suriah saat merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia pada Senin malam.Baca: Tragisnya Pesawat Rusia Dimangsakan Israel ke S-200 Suriah

Moskow tidak menyalahkan Damaskus atas insiden itu. Sebaliknya, Moskow menyalahkan militer Tel Aviv.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Tel Aviv sepenuhnya menjadi pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu. Alasannya, pada saat insiden itu, jet-jet tempur F-16 Israel sedang melakukan serangan udara ke target-target di Latakia dan hanya memberi peringatan satu menit kepada Moskow. Hal itu menempatkan pesawat Rusia dalam bahaya, yakni terperangkap dalam baku-tembak.

"Kami melihat tindakan militer Israel sebagai musuh," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov kepada stasiun televisi pemerintah Rusia. "Akibat tindakan militer Israel yang tidak bertanggung jawab, 15 personel layanan (militer) Rusia tewas."Baca juga: Sebut Tindakan Israel sebagai Musuh, Rusia Ancam Balas Dendam

Menurut kementerian itu, jet tempur F-16 Israel yang melakukan serangan udara menggunakan pesawat Rusia sebagai tameng untuk memungkinkan mereka mendekati target mereka di darat tanpa terkena tembakan sistem anti-pesawat Suriah.

"Bersembunyi di belakang pesawat Rusia, pilot Israel meletakkannya di garis tembak sistem anti-pesawat Suriah. Akibatnya, Il-20...ditembak jatuh oleh sistem rudal S-200 (Suriah)," kata Konashenkov.

"Pilot Israel tidak mungkin gagal melihat pesawat Rusia, karena itu datang ke darat dari ketinggian 5 km. Namun demikian, mereka sengaja melakukan provokasi ini," kata Konashenkov.

Moskow mengancam akan membalas dendam atas tindakan Israel. "Ini benar-benar tidak sesuai dengan semangat kemitraan Rusia-Israel," ujar Konashenkov.

"Kami berhak untuk mengambil langkah-langkah sepadan dalam menanggapi," imbuh dia tanpa merinci langkah-langkah dari balas dendam tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak