alexametrics

Siswi India Hamil setelah Diperkosa 4 Teman Sekelas

loading...
Siswi India Hamil setelah Diperkosa 4 Teman Sekelas
Seorang siswi 16 tahun di India hamil usai diperkosa empat teman sekelasnya. Para staf sekolah mencoba menggugurkan calon bayinya. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
NEW DELHI - Seorang siswi berusia 16 tahun hamil setelah diperkosa oleh empat teman pria sekelasnya. Staf sekolah minta gadis itu tutup mulut dan mencoba untuk menggugurkan calon bayinya.

Gadis remaja, yang identitasnya dilindungi karena alasan hukum, merupakan siswi di sebuah sekolah asrama di Dehradun, India. Empat teman sekelas yang dilaporkan memerkosa korban masing-masing berusia 17 tahun.

Keempat pelaku menjebak korban di sebuah ruang sekolah dengan alasan diminta untuk membantu persiapan acara sekolah. Di ruang itulah korban diserang.

Korban melaporkan apa yang dia alami kepada staf sekolah. Namun, staf sekolah tersebut memintanya untuk diam.

Kejadian itu terjadi pada 14 Agustus 2018. Lima anggota staf sekolah dituduh gagal melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Parahnya, mereka mencoba menggugurkan calon bayi yang dikandung korban dengan cara memberikan minuman yang dicampur dengan obat-obatan.

Meski telah diminta para staf sekolah untuk merahasiakan kasus itu, korban membuat pengakuan kepada saudara perempuannya sebelum akhirnya jatuh sakit.

Polisi baru menerima laporan itu sekitar sebulan kemudian."Manajemen sekolah mencoba untuk menekan kasus ini," kata pejabat polisi sempat, Ashok Kumar, kepada NDTV, Selasa (18/9/2018) malam.

"Gadis itu mengatakan bahwa dia melaporkan kasus itu kepada para 'ayah' (staf sekolah) pada hari yang sama, tetapi mereka berusaha melarangnya untuk melaporkan (kasus kepada polisi)," ujar Kumar. "Setelah sebulan, kejahatan itu diketahui polisi."

Direktur yayasan sekolah, kepala sekolah, petugas administrasi, istrinya, dan semua pengasuh asrama telah ditangkap bersama dengan empat tersangka.

Penangkapan dilakukan setelah pejabat dari Komite Kesejahteraan Anak pergi ke asrama sekolah untuk meminta pernyataan dari korban.

Orang tua korban jarang mengunjungi sekolah dan putri mereka, tetapi bergabung dengan polisi dan pejabat Komite Kesejahteraan Anak untuk mengunjungi sekolah setelah kasus itu terbongkar.

Kasus tersebut telah memicu perdebatan di negara bagian India tentang keamanan anak-anak di sekolah.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak