alexametrics

Iran Sebut Eropa Tawarkan Proposal Baru di Tengah Sanksi AS

loading...
Iran Sebut Eropa Tawarkan Proposal Baru di Tengah Sanksi AS
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Eropa menawarkan proposal baru kepada Iran untuk mengamankan kepentingan Teheran dalam kerangka kesepakatan nuklir internasional 2015. Hal itu diungkapkan juru bicara Departemen Luar Negeri Iran Bahram Qasemi.

"Proposal sebelumnya oleh Eropa tidak dapat memberikan jaminan yang cukup untuk penjualan minyak Iran ke Eropa atau untuk membantu akses Iran ke pasar keuangan internasional," kata Qasemi seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (18/9/2018).



Menurut Qasemi, usulan terbaru yang diajukan oleh Eropa tampak praktis. "Kami sedang mencari mekanisme untuk melanjutkan kerja sama ekonomi dengan mereka," ujarnya.

Qasemi tidak menjelaskan proposal baru yang diajukan Eropa, tetapi menyatakan harapan bahwa proposal tersebut akan menjadi instrumen bagi kepentingan Iran.

Ia mengatakan bahwa pertemuan menteri penandatangan kesepakatan nuklir 2015, kecuali Amerika Serikat, di sela-sela pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendatang bisa membawa ke tahap yang lebih baru.

Iran telah mendesak Eropa untuk menanggung biaya karena berdiri menantang tekanan sanksi yang dijatuhkan AS kepada Teheran.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam untuk menandatangani perintah eksekutif pada 4 November untuk memberlakukan kembali sanksi AS terhadap ekspor energi Iran dan transaksi keuangan internasional.

Trump juga memperingatkan mitra keuangan dan energi internasional Iran dari tindakan hukuman jika mereka tidak menghentikan kesepakatan dengan Teheran.

Iran dan enam kekuatan dunia yaitu China, Rusia, Inggris, Prancis, AS dan Jerman, mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran pada 2015. Namun, Trump memutuskan untuk menarik Washington dari kesepakatan awal tahun ini dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak