alexametrics

Serangan Israel Hantam Perusahaan Milik Suriah, 10 Luka

loading...
Serangan Israel Hantam Perusahaan Milik Suriah, 10 Luka
Serangan udara Israel di Latakia menghantam perusahaan milik Suriah dan melukai 10 orang. Foto/Istimewa
A+ A-
DAMASKUS - Empat jet tempur F-16 Israel terlibat dalam serangan rudal di Latakia, Suriah. Menurut media pemerintah Suriah, serangan tersebut menghantam perusahaan negara untuk industri teknis dan melukai 10 orang.

Menurut stasiun televisi Al-Ikhbariya yang dikelola pemerintah, serangan memicu ledakan dan mengirimkan bola api ke langit. Ledakan terus berlangsung selama hampir setengah jam. Stasiun televisi tersebut menayangkan rekaman yang menunjukkan garis-garis cahaya putih bersinar di langit.



Al-Ikhbariya mengatakan dua orang yang terluka dirawat di rumah sakit dan sisanya dibebaskan setelah perawatan seperti dikutip dari AP, Selasa (18/9/2018).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris, yang awalnya melaporkan ledakan itu, juga melaporkan 10 orang terluka. SOHR mengatakan semua korban adalah tentara dan beberapa berada dalam kondisi kritis.

Kelompok pengawas perang mengatakan target serangan tampaknya adalah depot amunisi yang ada di kompleks Institut Negara untuk Industri Teknis. SOHR tidak jelas apakah depot itu untuk pasukan Iran atau Suriah.

Serangan itu terjadi menyusul serangan serupa di Bandara Internasional Damaskus Sabtu malam, yang media negara Suriah juga menyalahkan Israel. Seorang pejabat militer yang dikutip media pemerintah mengatakan pertahanan udara Suriah mencegat beberapa rudal yang datang dari laut.

Serangan lain dilaporkan pada 4 September yang menargetkan lokasi di daerah pesisir Tartus dan di provinsi Hama. SOHR mengatakan pada saat itu bahwa serangan 4 September diyakini ditujukan untuk pos militer Iran.

Israel secara luas diyakini berada di belakang serangkaian serangan udara terutama menargetkan pasukan Iran dan Hizbullah di Suriah yang telah bergabung dengan perang negara itu bersama pemerintah. Israel jarang mengakui serangan di Suriah, tetapi mengatakan akan menggunakan tindakan militer untuk mencegah transfer senjata ke musuh-musuhnya. Awal bulan ini, seorang pejabat militer Israel mengatakan, negara Yahudi itu telah menyerang lebih dari 200 sasaran Iran di Suriah selama 18 bulan terakhir.

Para pejabat AS dan Israel mengatakan bahwa Iran dan Hizbullah harus mengakhiri kehadiran mereka di Suriah. Israel mengatakan tidak akan mentoleransi kehadiran Iran di Suriah.

Serangan Senin kemarin terjadi beberapa jam setelah Rusia dan Turki mengumumkan perjanjian yang secara efektif mencegah serangan pemerintah Suriah terhadap Idlib, daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah barat laut.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak