alexametrics

Masuk Kamp Pengungsi Palestina, Bus Militer Israel Dilempari Batu

loading...
Masuk Kamp Pengungsi Palestina, Bus Militer Israel Dilempari Batu
Para tentara Israel siaga di luar area Kamp Pengungsi Qalandia di Tepi Barat. Kamp itu dihuni banyak pengungsi Palestina dari berbagai wilayah. Foto/REUTERS/Reinhard Krause
A+ A-
TEPI BARAT - Sebuah bus militer yang penuh dengan tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memasuki area Kamp Pengungsi Qalandia yang jadi tempat penampungan para pengungsi Palestina di Tepi Barat. Bus tersebut jadi sasaran lemparan batu dan memicu bentrok.

IDF menegaskan, bus itu tak sengaja masuk ke area Kamp Pengungsi Qalandia pada hari Minggu (16/9/2018). Tiga personel IDF, termasuk seorang petugas perempuan terluka.

“Beberapa saat yang lalu, sebuah bus IDF tanpa sengaja memasuki Kamp Pengungsi Qalandia, selatan Ramallah. Kerusuhan terjadi di sekitar kendaraan di mana batu-batu dilemparkan ke sana. Akibatnya, seorang petugas IDF dan dua tentara terluka ringan," bunyi pernyataan IDF beberapa jam setelah insiden.



Menurut IDF, pasukan keamanan meletuskan tembakan ke udara untuk membubarkan kerusuhan sebelum akhirnya bus militer berhasil keluar dari area kamp pengungsi.

Dua tentara yang terluka dirawat di tempat kejadian, sedangkan tentara ketiga dibawa ke rumah sakit.

Kamp Pengungsi Qalandia didirikan pada tahun 1949 oleh Palang Merah. Menurut data PBB, hampir 10.000 pengungsi yang berasal dari Yerusalem, Haifa, Lydd, Ramleh, dan wilayah barat Hebron saat ini tinggal di kamp tersebut.

Kamp, serta pos pemeriksaan terdekat telah berulang kali menjadi tempat konfrontasi antara tentara Israel dan warga Palestina. Pasukan Israel terkadang melakukan operasi di daerah tersebut yang mengakibatkan korban luka bahkan korban jiwa.

Pada tahun 2014, setidaknya dua orang, termasuk seorang anggota staf PBB, tewas dalam operasi keamanan IDF di area tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak