alexametrics

Disanksi AS Karena Bantu Korut, China Protes

loading...
Disanksi AS Karena Bantu Korut, China Protes
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
BEIJING - Tim Presiden Trump seharunya tidak mencoba untuk menghukum perusahaan China yang bekerja dengan Korea Utara (Korut). Peringatan itu dilontarkan seorang diplomat senior Beijing.

"Kami menentang negara manapun dengan menggunakan sanksi sepihak atau memaksakan 'yurisdiksi lengan panjang' pada entitas atau individu China sesuai dengan hukum domestiknya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang dalam konferensi pers.

Protes itu datang setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan teknologi yang berbasis di China tetapi dalam kenyataannya itu dikelola dan dikendalikan oleh Korea Utara, menurut Departemen Keuangan AS. Geng membela perusahaan, bahkan ketika anggota parlemen mendesak pemerintah Trump untuk memberikan sanksi kepada mitra China Korut lebih agresif.

"China telah mengajukan pernyataan keras dengan AS, mendesak pihak AS untuk menghentikan tindakan yang salah," kata Geng seperti dikutip dari Washington Examiner, Sabtu (15/9/2018).



Dalam kesempatan itu China juga membantah melakukan kesalahan sehubungan dengan penegakan sanksi Korut.

"Cina telah secara penuh dan secara ketat menerapkan resolusi yang terkait dengan DPRK dari Dewan Keamanan PBB," kata Geng, menggunakan akronim resmi untuk rezim Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Pemerintah Trump memberlakukan sanksi tambahan pada Yanbian Silverstar Network serta perusahaan induknya yang berbasis di Rusia, Rusia Silver Star, pada hari Kamis.

"Tindakan ini dimaksudkan untuk menghentikan aliran pendapatan gelap ke Korea Utara dari para pekerja teknologi informasi luar negeri yang menyamarkan identitas mereka yang sebenarnya dan bersembunyi di balik perusahaan-perusahaan depan, alias, dan warga negara ketiga," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Baca: Sanksi AS Tampar Perusahaan Rusia dan China
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak