alexametrics

Rusia: Kami Lebih Banyak Lindungi Warga Sipil Daripada AS

loading...
Rusia: Kami Lebih Banyak Lindungi Warga Sipil Daripada AS
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/Istimewa
A+ A-
BERLIN - Rusia membela upayanya untuk melindungi warga sipil jelang kampanye militer Suriah. Rusia menyatakan hal itu akan melampaui langkah-langkah yang diambil selama serangan militer Amerika Serikat (AS) di Irak dan Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, membantah laporan-laporan luas yang menyatakan bahwa sebuah operasi yang dilakukan oleh angkatan bersenjata negaranya dan Suriah di Idlib sudah dekat. Sebaliknya, ia mengatakan Moskow bekerja sama dengan Turki untuk menegosiasikan penyerahan diri pejuang oposisi bersenjata yang tidak selaras dengan kelompok-kelompok jihad, seperti koalisi Hayat Tahrir al-Sham, dan membangun koridor kemanusiaan yang memungkinkan warga sipil melarikan diri dari kekerasan yang akan terjadi.

Idlib adalah provinsi terakhir yang berada di bawah kendali pemberontak.

Lavrov mengatakan tidak ingin membuat perbandingan apa pun. Namun ia mengklaim AS tidak melakukan hal itu selama melakukan kampanye militer untuk mengalahkan ISIS di Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah antara 2016 dan 2017.

"Saya akan mengingatkan Anda bahwa tidak ada yang bahkan berusaha untuk membuat rekonsiliasi lokal, koridor keamanan atau koridor kemanusiaan ketika pasukan udara koalisi Amerika mengebom Raqqa dan Mosul," kata Lavrov.

"Apa yang terjadi dan terus terjadi di Raqqa adalah bencana kemanusiaan," imbuhnya dalam konferensi pers bersama rekannya asal Jerman di Berlin seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (15/9/2018).
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak