alexametrics

Suriah-Yordania Gelar Pembicaraan Pembukaan Perbatasan

loading...
Suriah-Yordania Gelar Pembicaraan Pembukaan Perbatasan
Tentara Suriah berhasil menguasai kembali perbatasan Nassib setelah merebutnya dari tangan pemberontak. Foto/Istimewa
A+ A-
AMMAN - Yordania dan Suriah mengadakan pembicaraan teknis pertama mereka untuk pembukaan penyeberangan perbatasan utama di Suriah selatan yang direbut kembali dari oposisi Juli lalu. Hal itu diungkapkan oleh sumber resmi Yordania.

Damaskus berharap untuk membuka kembali perbatasan Nassib yang penting bagi harapannya untuk menghidupkan kembali ekonomi Suriah yang porak poranda dan membangun kembali wilayah yang berada di bawah kendalinya.

Amman juga berharap pembukaan perbatasan akan mengaktifkan kembali miliaran dolar perdagangan transit tahunan antara pasar Eropa dan Teluk di seluruh Suriah.

Sumber itu mengatakan sebuah komite teknis dari kedua negara mengadakan pertemuan pertama mereka di perbatasan pada hari Rabu untuk memulai diskusi tentang pengaturan praktis dari pabean ke keamanan yang diperlukan untuk membuka kembali persimpangan.



"Pertemuan akan terus menempatkan pandangan lengkap dari semua pengaturan terkait untuk membuka kembali penyeberangan pada periode mendatang," kata sumber itu seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (14/9/2018).

Seorang pejabat Yordania lainnya mengatakan, penyeberangan itu dapat dibuka pada akhir tahun ini.

Penutupan persimpangan juga telah membebani para eksportir Lebanon yang menggunakannya untuk mengekspor ratusan juta dolar produk dan barang ke pasar Teluk yang menguntungkan.

Sektor swasta Yordania juga menaruh harapan akan kebangkitan dalam perdagangan bilateral di pasar tetangga utama di mana bisnis Yordania memiliki hubungan jangka panjang.

Pemerintah Suriah telah memulihkan kendali sebagian besar negara dengan bantuan dari sekutu-sekutunya, Rusia dan Iran.

Dengan kekuatan udara Rusia, pasukan pemerintah tahun ini telah mengalahkan oposisi bersenjata di daerah-daerah yang tersisa di dekat kota-kota Homs dan Damaskus, dan menyapu wilayah barat daya yang dikuasai pemberontak.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak