alexametrics

Tiga Orang Terluka dalam Penembakan di Stasiun Kereta London

loading...
Tiga Orang Terluka dalam Penembakan di Stasiun Kereta London
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
LONDON - Tiga orang terluka setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di luar stasiun kereta api London utara pada Senin malam. Demikian pernyataan pihak kepolisian.

Polisi ditelepon untuk melaporkan penembakan di luar stasiun bawah tanah Kingsbury sesaat sebelum jam 10 malam. Scotland Yard (kepolisian Inggris) mengatakan pihaknya sedang menunggu penilaian penuh atas luka para korban, tetapi seorang juru bicara mengindikasikan mereka tidak dianggap mengancam jiwa.

Insiden itu, yang tidak diperlakukan sebagai aksi teror oleh polisi, adalah aksi penembakan kedua yang dilakukan terjadi di Ibu Kota pada hari yang sama. Aksi penembakan pertama terjadi di daerah Kilburn di London barat utara. Tidak ada indikasi kedua insiden penembakan itu mempunyai keterkaitan, meskipun penyelidikan masih pada tahap awal.

Penembakan terakhir terjadi di daerah Brent di London utara.



"Polisi dan LAS (layanan ambulan London) disiagakan sekitar pukul 09.45 malam pada hari Senin 20 Agustus untuk laporan tembakan yang ditembakkan di Kingsbury Road, NW9," kata petugas seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (21/8/2018).

“Petugas dari Brent menghadiri lokasi bersama dengan layanan ambulans di London. Mereka menemukan tiga orang menderita luka-luka. Kami menunggu penilaian kondisi mereka. TKP ada di tempat dan jalan lokal ditutup. Tidak ada penangkapan pada tahap awal ini,” sambung petugas.

Mengacu pada insiden sebelumnya, polisi mengatakan: "Petugas ditelepon (pada Senin) malam untuk laporan tembakan yang ditembakkan di Kennet Road, W9. Tidak ada yang ditemukan terluka dan para tersangka pergi sebelum kedatangan polisi. Pencarian daerah itu terjadi. Pemeriksaan sedang berlangsung dalam situasi penuh insiden."
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak