alexametrics

AS Ancam Jatuhkan Banyak Sanksi, Turki Siap Merespons

loading...
AS Ancam Jatuhkan Banyak Sanksi, Turki Siap Merespons
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu di sela-sela forum NATO Juli 2018 lalu. Foto/REUTERS
A+ A-
ANKARA - Pemerintah Turki pada hari Jumat (17/8/2018) menyatakan siap untuk merespons jika Amerika Serikat (AS) nekat menjatuhkan sanksi lebih banyak terhadap Turki. Washington telah mengancam menjatuhkan sanksi lebih banyak terhadap Ankara karena pastor Amerika, Andrew Brunson, tak kunjung dibebaskan.

Ancaman Washington itu semakin memanaskan konflik diplimatik kedua negara yang sejatinya sekutu di keanggotaan NATO tersebut. Ancaman itu juga membuat mata uang Turki, lira, semakin terpuruk.

"Kami telah menanggapi berdasarkan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia dan akan terus melakukannya," kata Menteri Perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan, seperti dikutip kantor berita Anadolu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan Washington siap memberlakukan sanksi lebih banyak terhadap Turki jika Ankara tetap menolak untuk membebaskan Pastor Brunson.

"Kami memiliki lebih banyak yang kami rencanakan untuk dilakukan jika mereka tidak membebaskannya dengan cepat," kata Mnuchin.

Brunson ditahan pihak berwenang Turki sejak Oktober 2016 atas tuduhan terlibat terorisme karena berhubungan dengan kelompok Kurdi yang dinyatakan Ankara sebagai organisasi teroris. Dia juga dituduh mendukung upaya kudeta militer Turki 2016 yang berakhir dengan kegagalan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menolak membayar sepeser pun untuk membebaskan Pastor Brunson dari Ankara. Menurutnya, pastor AS itu tidak bersalah. Trump memujinya sebagai sandera patriot yang hebat.

"Mereka (Turki) memiliki seorang Pastor Kristen yang luar biasa di sana," tulis Trump di Twitter, hari Jumat.

"Dia mewakili negara kita sebagai sandera patriot yang hebat. Kami tidak akan membayar apapun untuk membebaskan orang yang tidak bersalah. Kami akan memangkas Turki!," lanjut Trump.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak