alexametrics

Taliban Tarik Perlindungan untuk Palang Merah Internasional

loading...
Taliban Tarik Perlindungan untuk Palang Merah Internasional
Taliban menarik perlindungan untuk Palang Merah di Afghanistan. Foto/Istimewa
A+ A-
KABUL - Taliban menarik jaminan keamanannya untuk Palang Merah Internasional di Afghanistan. Taliban melakukan hal itu karena organisasi tersebut mengabaikan tahanan yang melakukan mogok makan di penjara Pul-e Charkhi di Kabul.

Dikatakan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) gagal menekan pejabat penjara untuk memberikan perawatan medis yang tepat bagi mereka yang mogok makan.

"Oleh karena itu Imarah Islam Afghanistan mengumumkan penarikan komitmen keamanan yang telah diberikan kepada Palang Merah Internasional untuk kegiatan mereka di Afghanistan," bunyi pernyataan Taliban.

"Imarah Islam selanjutnya tidak menjamin perlindungan kehidupan dan properti mereka sampai mereka mencapai kesepakatan dengan Imarah Islam untuk memperbaiki tindakan mereka," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/8/2018).

Juru bicara ICRC Sanela Bajrambasic mengatakan perwakilan Palang Merah terakhir mengunjungi penjara Pul-e Charkhi pada hari Senin untuk menindaklanjuti layanan medis yang diberikan kepada tahanan mogok makan dan memberikan solusi intravena.

Sebagai organisasi yang netral, dia mengatakan Palang Merah tidak mengambil posisi atas alasan atau tujuan mogok makan dan tidak berusaha membujuk para tahanan untuk mengakhiri mogok makan atau pihak berwenang untuk menerima tuntutan mereka.

Dia mengatakan Palang Merah mencoba membangun hubungan dengan semua pihak dalam konflik di Afghanistan, di mana ia telah bekerja selama lebih dari 30 tahun.

“Kami mengandalkan pihak-pihak untuk memungkinkan kami bekerja dengan aman untuk melindungi dan membantu korban konflik. Ini adalah satu-satunya tujuan kami,” katanya.

Ia mengatakan organisasi akan terlibat langsung dengan Taliban dan tidak akan berkomentar secara terbuka.

Palang Merah tahun lalu mengumumkan bahwa itu adalah skala operasi kembali di Afghanistan setelah serangan menewaskan sejumlah stafnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak