alexametrics

Banjir Terburuk dalam Satu Abad Terjang Kerala India, 43 Tewas

loading...
Banjir Terburuk dalam Satu Abad Terjang Kerala India, 43 Tewas
Petugas penyelamat mengevakuasi orang-orang dari daerah banjir di pinggiran Kochi, India. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW DELHI - Jumlah korban tewas akibat banjir terburu dalam hampir satu abad di Kerala, India, naik menjadi 43 pada hari Rabu (15/8/2018). Ini dikarenakan meningkatnya ketinggian air yang membuat puluhan ribu orang terlantar dan memaksa penutupan salah satu bandara utamanya.

Lima korban terakhir akibat hujan yang dimulai sepekan lalu datang ketika pihak berwenang di negara bagian selatan terpaksa melepaskan air dari 35 bendungan berbahaya, mengirimkan gelombang ke sungai utamanya.

"Saat ini, 35 waduk di negara itu sedang melepaskan air. Banyak distrik di negara bagian itu menghadapi banjir," kata menteri utama negara itu, Pinarayi Vijayan, di Twitter seperti dikutip dari Reuters.

Departemen Meteorologi India telah memperkirakan hujan deras hingga sangat deras terjadi di negara bagian itu hingga Sabtu. Badan itu juga telah mengeluarkan "peringatan merah" untuk 12 dari 14 distriknya.

Sementara bandara di kota pelabuhan Kochi akan tetap tutup hingga Sabtu sore.

Hujan dan banjir telah menghancurkan dan merusak ratusan rumah dalam seminggu terakhir serta menyebabkan kerugian besar bagi tanaman di negara bagian yang terkenal dengan rempah-rempah dan kopi itu.

Seorang pejabat senior Otoritas Penanggulangan Bencana Negara Kerala, Sekhar Lukose Kuriakose, mengatakan hujan musiman telah menewaskan lebih dari 200 orang di negara itu sejak Mei lalu dan banyak orang mengungsi.

India terakhir kali dilanda banjir yang begitu dahsyat pada tahun 1924.

Terkenal dengan garis pantai dan terpencil yang indah, Kerala telah menjadi tujuan utama bagi wisatawan domestik dan internasional.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak