alexametrics

Klarifikasi Dubai soal Penahanan Ibu-Anak yang Mengklaim karena Alkohol

loading...
Klarifikasi Dubai soal Penahanan Ibu-Anak yang Mengklaim karena Alkohol
Ellie Holman, 44, ibu asal Inggris yang ditahan di Dubai. Dia sebelumnya mengklaim ditahan karena menenggak anggur selama penerbangan dengan pesawat Emirates. Foto/Fox News
A+ A-
DUBAI - Otoritas Dubai memberikan klarifikasi terkait pemberitaan seorang ibu dan putri kecilnya berpaspor Swedia di fasilitas penahanan di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurut Jaksa Agung Dubai, Esam Issa Al Humaidan, penahanan itu lebih disebabkan oleh aksi tak senonoh wanita asing tersebut ketika diperiksa karena pelanggaran aturan imigrasi. Paspor wanita itu ternyata sudah kedaluwarsa, yakni berakhir 10 Juni 2018.

Dalam pemberitaan sebelumnya, wanita bernama Ellie Holman, 44, dan putrinya yang berusia empat tahun, Bibi, ditahan di Dubai setelah dia menenggak segelas anggur selama penerbangan dengan pesawat Emirates. Mereka dilaporkan berasal dari Sevenoaks, Kent, Inggris. Namun, versi Jaksa Agung Dubai, mereka berpaspor Swedia.



Holman yang merupakan dokter gigi mengatakan bahwa dia "dilemparkan" ke penjara di pusat penahanan bandara. Menurutnya, fasilitas penjara panas dan berbau busuk. Bahkan putrinya menggunakan lantai sel untuk buang air kecil.

Holman menceritakan, usai turun dari pesawat pada 13 Juli lalu dia diberitahu bahwa visa yang dia gunakan tidak sah. Sebab, hanya untuk satu kali perjalanan. Dia mengklaim jika selama menggunakan visa kunjungan itu ke Dubai, dia tidak pernah menemui masalah apapun dengan izin kunjungan tersebut.

Dia mengaku sudah memohon kepada petugas untuk memberikan izin pengajuan kembali visa baru di bandara. Pertimbangannya, putri kecilnya sudah terlalu lelah dalam karena melakukan penerbangan jarak jauh. Permohonan Holman ditolak.

Selama negosiasi itu, petugas mulai bertanya kepadanya apakah dia telah minum alkohol. "Saya memberitahunya bahwa saya minum segelas anggur di pesawat. Itu diberikan kepada saya gratis oleh staf Emirates Airlines," katanya kepada Mail Oline.

Petugas mengatakan kepemilikan alkohol, terlebih jika dikonsumsi, merupakan kejahatan di Uni Emirat Arab. Dalam insiden itu, Holman merekam para polisi bersenjata yang memeriksanya.Baca juga: Tenggak Anggur di Pesawat, Ibu dan Putri Kecilnya Dipenjara di Dubai
Holman diberitahu petugas agar memberikan sampel darah untuk tes alkohol dan hasilnya menunjukkan 0,04 persen alkohol terkandung dalam darahnya.

"Paspor saya tetap disita sampai kasusnya selesai, yang telah saya katakan akan memakan waktu setidaknya satu tahun," kata Holman.

Versi Jaksa Agung Dubai


Jaksa Agung Dubai Esam Issa Al Humaidan mengatakan, Jaksa Penuntut Umum Dubai telah menyelesaikan penyelidikan dan menutup kasus tersebut. Dia menegaskan paspor Swedia yang dipegang Holman sudah kedaluwarsa ketika memasuki negara Arab tersebut.

Menurut Al Himaidan, insiden ini dimulai dengan kedatangan Holman dengan putrinya dari London Gatwick Airport dengan penerbangan Emirates. "Dia berusaha masuk ke negara ini menggunakan paspor Swedia, yang sudah berakhir pada 10 Juni 2018," kata Al Humaidan, dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (13/8/2018).

Dia disarankan oleh petugas imigrasi bahwa dia tidak bisa masuk ke negara tersebut dengan paspor yang sudah kedaluwarsa. Dia kemudian mengeluarkan paspor Iran, dan diberitahu oleh petugas bahwa dia bisa masuk ke negara itu dengan mengeluarkan visa sementara yang baru, yang memungkinkannya tinggal 96 jam, dan harus mengubah penerbangan keberangkatannya sesuai dengan visa baru.

"Holman menolak dengan marah karena akan membutuhkan biaya pembayaran tambahan untuk proses itu, dan melanjutkannya dengan menghina petugas imigrasi secara lisan dan mengambil foto petugas melalui ponselnya," lanjut pernyataan Al Humaidan.

Tuntutan hukum diajukan terhadap Holman dengan tuduhan perbuatan senonoh dan mengambil foto seorang pejabat pemerintah di perlintasan perbatasan, sebuah area terlarang.

Menurut Al Humaidan, wanita dan putrinya berada di kantor keamanan bandara selama kurang dari 24 jam. Layanan juga diberikan kepada mereka dengan mempertimbangkan putrinya yang berusia empat tahun.

Ayah gadis kecil itu tiba dan membawanya meninggalkan Dubai. "Jaksa memutuskan untuk membatalkan dakwaan terhadap Ellie Holman dan mendeportasinya," imbuh pernyataan Al Humaidan.
(mas)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak