alexametrics

Rusia Veto Resolusi AS Soal Sanksi Korut di DK PBB

loading...
Rusia Veto Resolusi AS Soal Sanksi Korut di DK PBB
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan telah memveto resolusi yang diajukan AS di Dewan Keamanan PBB, yang berisi perluasan sanksi terhadap Korut. Foto/Tass
A+ A-
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan telah memveto resolusi yang diajukan Amerika Serikat (AS) di Dewan Keamanan (DK) PBB, yang berisi perluasan sanksi terhadap Korea Utara (Korut).

Kemlu Rusia menyatakan, rencana Washington untuk memperluas sanksi terhadap Pyongyang menyebabkan penolakan dan bertentangan dengan logika detente, menggunakan istilah perang dingin, yang bermakna perbaikan hubungan.

"Rusia telah memblokir proposal AS di DK PBB tentang menjatuhkan sanksi internasional pada satu individu dan beberapa badan hukum, termasuk bank komersial Rusia Agrosoyuz, diduga beroperasi secara ilegal melanggar rezim sanksi dalam kaitannya dengan Korut. Bukti yang dipresentasikan oleh AS untuk membuktikan proposalnya sepenuhnya tidak meyakinkan," kata Kemlu Rusia, seperti dilansir Tass pada Jumat (10/8).

"Sanksi baru AS mendekati keduanya gagal memperbaiki atmosfer hubungan Rusia-AS dan bertentangan dengan logika detente tentang Korut. Jelas bahwa Washington berusaha menjaga tekanan maksimum pada Pyongyang selama mungkin, sampai penyelesaian proses denuklirisasi," ungkapnya.

Dalam pernyataannya, Kemlu Rusia mengatakan, langkah AS tersebut tidak akan menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea, justru akan kembali membuat situasi dikawasan itu memburuk. Terlebih, lanjut Kemlu Rusia, alasan AS untuk kembali menjatuhkan sanksi itu tidak terlalu kuat.

"Penolakan juga disebabkan oleh metode kerja 'mendorong' yang telah menjadi kebiasaan AS di DK PBB dan badan lainnya, yang mencoba untuk mendorong keputusan yang sesuai dalam kemauan mereka, tanpa memperhatikan pendapat anggota lain," imbuhnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak