alexametrics

Hamas Sebut Gencatan Senjata dengan Israel Telah Tercapai

loading...
Hamas Sebut Gencatan Senjata dengan Israel Telah Tercapai
Sejumlah roket ditembakkan militan Hamas di Jalur Gaza ke wilayah Israel. Foto/Istimewa
A+ A-
YERUSALEM - Kelompok gerakan Islam Hamas mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Israel telah tercapai. Kesepakatan ini mengakhiri ledakan kekerasan selama dua hari yang intens, mendorong wilayah itu lebih dekat dengan perang.

Saluran TV Hamas, Al-Aqsa, melaporkan bahwa perjanjian yang diperantarai Mesir telah diambil atas dasar saling menenangkan. Selain Mesir, perjanjian itu juga diperantai sejumlah pihan regional lain yang tidak dikenal seperti dikutip dari AP, Jumat (10/8/2018).



Namun seorang pejabat Israel, berbincara dengan syarat anonim, membantah kesepakatan telah tercapai. Meski begitu, pada Jumat pagi, situasi di Gaza tampak sepi.

Seorang pejabat Israel, berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk membahas masalah ini dengan media, membantah kesepakatan telah tercapai. Namun Jumat pagi, situasi di Gaza tampak sepi.

Pengumuman Hamas datang tak lama setelah Kabinet Keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan tentara untuk mengambil "tindakan tegas" yang tidak ditentukan terhadap militan Gaza ketika unit militer diperkuat di sepanjang perbatasan.

Israel dan Hamas telah tiga kali terlibat perang sejak kelompok militan itu menguasai Gaza pada 2007. Dalam pertempuran pekan ini, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan tiga warga Palestina, termasuk seorang wanita hamil dan putrinya yang berusia 1 tahun dan seorang militan Hamas, terbunuh dalam serangan udara terpisah. Para pejabat Israel mengatakan tujuh orang terluka oleh tembakan roket atau mortir di sisi Israel.

Baca: Serangan Udara Israel Tewaskan Wanita dan Balita
https://international.sindonews.com/read/1329000/43/serangan-udara-israel-tewaskan-wanita-dan-balita-1533795113

Pertempuran pada Kamis kemarin menyerupai perang 2014. Di Israel, sirene serangan udara meraung-raung, memperingatkan tembakan roket. Sirene ini membuat warga Israel berebut untuk masuk ke tempat perlindungan bom. Sementara itu, Angkatan Udara Israel menyerang sejumlah target di Gaza.

Meskipun ada permusuhan, kedua belah pihak telah memberi isyarat melalui kontak mereka dengan Mesir, keduanya ingin menghindari perang. Mencapai kesepakatan, bagaimanapun, kemungkinan akan membutuhkan konsesi besar di kedua sisi.

Hamas menuntut pencabutan blokade perbatasan Israel-Mesir yang telah menghancurkan ekonomi Gaza, sementara Israel ingin mengakhiri serangan roket, serta protes perbatasan baru-baru ini dan serangan layang-layang api. Israel juga menginginkan kembalinya jasad dua tentaranya yang tewas dan dua orang Israel yang ditahan oleh Hamas.

Israel diyakini menawarkan pelonggaran blokade, bukan mencabutnya.

Ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Gaza telah meningkat sejak akhir Maret, ketika Hamas meluncurkan aksi protes massal rutin di sepanjang pagar perbatasan Israel dengan Gaza. Protes-protes itu sebagian bertujuan untuk mematahkan blokade.

Selama empat bulan terakhir, 163 warga Palestina telah tewas oleh tembakan Israel, termasuk setidaknya 120 pemrotes, menurut Kementerian Kesehatan Gaza dan kelompok hak asasi setempat. Seorang tentara Israel tewas oleh seorang sniper Gaza selama periode ini.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak