alexametrics

Eks Pejabat Iran: 112 Pangkalan AS Bisa Dihantam Bom Bunuh Diri

loading...
Eks Pejabat Iran: 112 Pangkalan AS Bisa Dihantam Bom Bunuh Diri
Ali Reza Farqani, mantan pejabat Iran era Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Dia sesumbar bahwa 112 pangkalan militer AS di berbagai negara bisa dihantam pembom bunuh diri pro-Iran. Foto/Al Arabiya
A+ A-
TEHERAN - Seorang mantan pejabat Iran mengatakan, 112 pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di berbagai negara bisa diserang oleh pembom bunuh diri Teheran. Menurutnya, doktrin serangan bom bunuh diri pada musuh adalah resolusi pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Khomeini.

Ali Reza Farqani adalah pejabat pemerintah Iran di era Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Dia mengundurkan diri ketika dia berseberangan pandangan dengan Ahmdinejad.



Farqani kini menjadi pemimpin redaksi surat kabar Iran, Arman. Ancaman serangan bom bunuh diri itu dia umbar dalam sebuah artikel.

Dalam tulisannya, dia mempertegas resolusi Ayatollah Khomeini pada tahun 1980-an yang menyatakan bahwa perang adalah berkah. Pernyataan itu mengacu pada perang antara Iran dan Irak yang berakhir setelah Teheran dipaksa untuk menerima resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata antara kedua negara.

Menurut Farqani, pada saat itu Khomeini mengatakan bahwa dia harus tunduk pada resolusi yang menyatakan;"Saya minum secangkir racun". Resolusi itulah yang diklaim menjadi alasan pembenaran aksi bunuh diri untuk menyerang musuh, termasuk dengan bom.  

Dalam artikelnya, Farqani menyatakan Iran memiliki kesiapan untuk berperang melawan Amerika Serikat.

The Washington Post melaporkan pada akhir April lalu bahwa Pentagon sedang bekerja pada rencana untuk melawan ekspansi Iran di Timur Tengah melalui kelompok-kelompok bersenjata yang jadi sayap proxy Teheran.

"Militer AS tidak akan menghadapi Iran secara langsung, tetapi akan menggunakan cara tidak langsung untuk membatasi ekspansi di Suriah dan Irak," kata Jenderal Joseph Leonard Votel, yang mengepalai Komando Sentral AS.

Perang Melawan AS


Tanpa merinci kekuatan militer, Farqani sesumbar bahwa Iran sanggap meladeni Washington dalam konflik berskala besar. "Kami siap mengobarkan perang besar melawan AS," tulis dia dalam artikelnya, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (10/8/2018).

Dia menggambarkan perang sebagai "jihad keamanan".

"Seruan perang oleh Iran akan mengubah persepsi militer serta politisi Amerika dan Israel terhadap Iran, dan membantu menghentikan pembicaraan tentang opsi militer," lanjut dia.

Dia lebih lanjut menyatakan, operasi bom bunuh diri terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di luar negeri bukan hal mustahil. "Amerika harus tahu bahwa jika terlibat dalam perang dengan Iran, pemuda Hizbullah akan menentukan area medan perang yang jauh dari perbatasan Iran dan dalam waktu kurang dari 48 jam akan meluncurkan serangan bunuh diri," paparnya.

Di masa lalu, Farqani yang merupakan anggota gerakan Islam garis keras di Iran pernah membuat ancaman pemerkosaan terhadap putri mantan Presiden Barack Obama jika Suriah diinvasi AS. Ancaman itu dia umbar dalam tulisan di blog pribadinya.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak