alexametrics

Latihan Perang di Rusia, China Kirim Pembom Strategis

loading...
Latihan Perang di Rusia, China Kirim Pembom Strategis
China mengirimkan pesawat pembom H-6K dalam latihan perang internasional di Rusia. Foto/Istimewa
A+ A-
BEIJING - Angkatan udara China dilaporkan akan mengirimkan pembom strategis, jet tempur dan pesawat angkut ke Rusia untuk mengikuti latihan pada Juli mendatang. China tengah mendorong untuk mengembangkan hubungan pertahanan yang lebih kuat dengan sejumlah pemerintah asing, dalam hal ini Moskow.

"Pembom strategis China Xian H-6K, yang telah berpatroli di Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan, akan berpartisipasi dalam Latihan Tentara Internasional pada 28 Juli di Rusia selatan dan bagian dari Kaukasus untuk pertama kalinya," kata juru bicara Angkatan Udara China seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (14/7/2018).

China akan bergabung dengan Rusia, Belarusia, Azerbaijan, Kazakhstan, Armenia, dan Iran dalam latihan perang tersebut.

Seorang pensiunan tentara China, Yue Gang, mengatakan bahwa tujuan China mengikuti latihan tersebut adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari pesawat pembom tersebut.



"Sangat sulit untuk mengetahui seberapa besar kesenjangan antara pesawat China dan yang digunakan oleh angkatan udara luar negeri tanpa bergabung dengan latihan luar negeri seperti ini," kata Yue kepada South China Morning Post.

Ia menambahkan bahwa China akan mendapat kesempatan untuk mengujinya terhadap pembom lebih maju dari Rusia.

Bomber ini dilengkapi dengan rudal jelajah dengan jangkauan hampir 1.000 mil dan memiliki jangkauan tempur yang dilaporkan lebih dari 2.000 mil. Pesawat ini hasil pengembangan dari bomber yang awalnya diproduksi Rusia Tu-16 Badger, yang dilisensikan Uni Soviet ke China pada tahun 1958.

Setelah pembom Angkatan Udara AS B-52 terbang di sekitar Laut Cina Selatan pada akhir April, Beijing melakukan latihan lepas landas dan mendaratkan H-6K di daerah itu bulan berikutnya. Langkah ini dikecam Washington karena memiliki potensi untuk meningkatkan ketegangan dan mendestabilisasi kawasan.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak