alexametrics

Hakim Perintahkan Pemerintah AS Tanggung Biaya Penyatuan Keluarga Imigran

loading...
Hakim Perintahkan Pemerintah AS Tanggung Biaya Penyatuan Keluarga Imigran
Hakim memerintahkan pemerintah AS menanggung semua biaya penyatuan kembali keluarga imigran. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Seorang hakim Amerika Serikat (AS) di California memerintahkan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk membayar biaya penyatuan kembali orang tua migran dengan anak-anak yang dipisahkan dari mereka oleh pejabat di perbatasan AS-Meksiko, daripada memaksa orang tua membayar.

Pemerintah AS sedang bekerja untuk menyatukan kembali sekitar 2.000 anak-anak dengan orang tua mereka, yang ditahan dan dipisahkan sebagai bagian dari pendekatan "nol toleransi" Trump untuk mencegah imigrasi ilegal.

"Ini tidak masuk akal bagi orang tua yang telah terpisah untuk membayar apa pun," kata Hakim Distrik AS Dana Sabraw pada sidang di San Diego seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Hakim Dana Sabraw adalah hakim yang bulan lalu memerintahkan agar anak-anak itu dipertemukan kembali dengan orang tua mereka pada 26 Juli. Pemerintah AS sendiri gagal memenuhi tenggat waktu minggu ini untuk menyatukan kembali anak-anak imigran dengan orang tua mereka.

Trump telah menjadikan kebijakan imigrasi garis kerasnya sebagai bagian utama dari kepresidenannya. Pemerintahannya mengadopsi kebijakan pemisahan keluarga sebagai bagian dari upaya untuk mencegah imigrasi ilegal, tetapi Trump tunduk pada tekanan politik yang kuat dan menanggalkan kebijakannya itu pada 20 Juni.

Seorang pengacara untuk American Civil Liberties Union, yang telah menuntut pemerintah atas pemisahan keluarga, mengatakan pada sidang bahwa para orangtua imigran telah diberitahu oleh petugas imigrasi biaya yang harus mereka keluarkan. Satu orang tua pada awalnya diminta membayar USD1.900 untuk dipersatukan kembali dengan seorang anak, sesuai dengan dokumen pengadilan ACLU.

Pengacara pemerintahan Trump Sarah Fabian menyebut perintah hakim untuk membayar reunifikasi adalah sebuah permintaan besar untuk Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS). Fabian mengatakan keputusan itu ditangani di tingkat lapangan, menambahkan bahwa HHS, yang menampung anak-anak yang ditahan, memiliki sumber daya yang terbatas.

"Pemerintah akan mewujudkannya," Sabraw menanggapi.

Hakim juga setuju untuk menetapkan batas waktu pada pemerintah untuk melaporkan rincian tentang upaya reunifikasi.

Pemerintah mengatakan reunifikasi awal diperlambat oleh kebutuhan untuk tes DNA dan pemeriksaan latar belakang kriminal pada orang tua, dan menentukan kebugaran mereka untuk merawat anak-anak mereka.

Dalam pengajuan ke pengadilan, pejabat HHS Chris Meekins mengatakan pemerintah telah merampingkan prosedur pemeriksaannya untuk mematuhi perintah pengadilan 10 Juli, tetapi bahwa proses yang lebih cepat dapat menempatkan anak-anak dalam bahaya.

"Orang dewasa tidak lagi diuji DNA untuk memverifikasi keturunan," kata Meekins, dan pemeriksaan latar belakang tidak dilakukan pada orang dewasa yang akan tinggal bersama anak-anak.

Meekins mengatakan bahwa, ketika mempersingkat pemeriksaan mempercepat proses reunifikasi, itu juga secara materi meningkatkan risiko bahaya pada anak-anak dan dapat mengakibatkan anak-anak ditempatkan di lingkungan yang kasar atau dengan orang dewasa yang bukan orang tua mereka.

Pemerintah AS mengatakan akan mengidentifikasi antara enam dan delapan lokasi di mana semua reunifikasi akan berlangsung. Pengajuan pemerintah tidak mengatakan apakah bermaksud untuk membebaskan keluarga setelah reunifikasi, mendeportasi mereka atau menjaga mereka tetap bersama dalam tahanan.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak