alexametrics

Sebanyak 12 Mata-mata Rusia Dituduh Meretas Pemilu AS

loading...
Sebanyak 12 Mata-mata Rusia Dituduh Meretas Pemilu AS
Kejaksaan Agung Amerika Serikat mendakwa 12 perwira intelijen Rusia dengan tuduhan meretas jaringan komputer Demokrat dalam Pemilu AS 2016. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Sebanyak 12 perwira intelijen Rusia dituduh melakukan peretasan jaringan komputer Partai Demokrat dalam Pemilu Amerika Serikat (AS) tahun 2015. Tuduhan terhadap belasan mata-mata Moskow itu muncul dalam sidang di pengadilan federal AS.

Selama ini badan-badan intelijen Washington menyimpulkan bahwa Rusia ikut campur pemilu presiden AS 2015 yang membuat Donald Trump dari Partai Republik keluar sebagai pemenang.

Tuduhan peretasan tersebut disampaikan pihak Kejaksaan Agung AS dalam materi dakwaan, yang dibacakan hari Jumat waktu setempat. Mereka yang dikenai dakwaan adalah para perwira GRU, yakni badan intelijen militer Rusia.

Tuduhan itu berpotensi memengaruhi rencana pertemuan Presiden Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan berlangsung beberapa hari lagi di Hesinki.

Menurut dokumen dakwaan, jaringan komputer yang diretas secara diam-diam adalah jaringan komputer tim kampanye calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton dan Komite Partai Demokrat. Para peretas mencuri sejumlah besar data.

"Selain merilis dokumen langsung ke publik, para terdakwa mentransfer dokumen yang dicuri ke organisasi lain, tak disebutkan dalam dakwaan, dan membahas waktu perilisan dokumen dalam upaya untuk meningkatkan dampak pada pemilihan (presiden)," kata Wakil Jaksa Agung AS, Rod Rosenstein, dalam konferensi pers, yang dilansir Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Dokumen dakwaan itu merupakan hasil penyelidikan yang dipimpin Penasihat Khusus Robert Mueller. Tim itu dibentuk khusus untuk melakukan penyelidikan atas dugaan keterlibatan Rusia dalam intervensi pemili AS.

Dokumen itu sekaligus menandakan bahwa untuk pertama kalinya Mueller secara langsung menuduh pemerintah Rusia ikut campur pemilu AS. Kremlin sudah berkali-kali membantah tuduhan tersebut.

Rosenstein mengatakan bahwa dia memberi penjelasan kepada Trump awal minggu ini tentang dakwaan tersebut. Tidak ada tuduhan bahwa warga AS ikut terlibat dalam kejahatan itu.

Beberapa jam sebelum dakwaan diumumkan, Trump menggambarkan penyelidikan Mueller sebagai "perburuan curang" yang melukai hubungan AS dengan Rusia.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak