alexametrics

Bom Bunuh Diri Guncang Rapat Pemilu Pakistan, 85 Tewas

loading...
Bom Bunuh Diri Guncang Rapat Pemilu Pakistan, 85 Tewas
Kerabat meratapi kematian korban bom bunuh diri di Quetta, Balochistan, Pakistan, Jumat (13/7/2018). Bom bunuh diri di acara rapat pemilu itu menewaskan 85 orang. Foto/REUTERS/Naseer Ahmed
A+ A-
QUETTA - Seorang pembom bunuh diri beraksi di sebuah rapat pemilu Pakistan di wilayah Balochistan pada hari Jumat. Data sementara dari otoritas setempat menyatakan, 85 orang tewas.

Pemilu Pakistan akan digelar 25 Juli nanti. Pemboman ini tercatat sebagai serangan paling mematikan di Pakistan dalam lebih dari satu tahun terakhir dan merupakan insiden kekerasan ketiga yang terkait pemilu.

Susana politik di negra itu menjadi tegang setelah mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif aktif lagi di panggung politik. Sharif merupakan pemimpin yang digulingkan oleh Mahkamah Agung tahun lalu dan dihukum terkait korupsi.

Sharif muncul untuk menggalang kekuatan partainya menjelang pemilu. Serangan bom ini terjadi ketika pemerintah melancarkan tindakan keras terhadap pertemuan-pertemuan politik yang terkait dengan Sharif.



Administrator Menteri Kesehatan Baluchistan, Faiz Kakar, mengatakan kepada Reuters bahwa korban tewas dalam serangan bom bunuh diri telah meningkat menjadi 85 orang, dengan lebih dari 150 orang lainnya terluka.

Pejabat polisi senior setempat Qaim Lashari sebelumnya mengatakan bahwa lebih dari 1.000 orang hadir dalam rapat umum pemilu di kota Mastung, Provinsi Balochistan yang dilanda kekerasan.

Kelompok militan Islamis yang terkait dengan Taliban, al-Qaeda dan ISIS diketahui beroperasi di provinsi yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan tersebut. Di wilayah ini juga terdapat kelompok pemberontak  etnis pribumi Balochistan yang selama ini melawan pemerintah pusat.

Kelompok ISIS (Islamic State) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri. Klaim itu muncul dari media propaganda kelompok itu, AMAQ. Namun, klaim ini tak disertai rincian lebih lanjut atau pun bukti yang kuat.

Di antara mereka yang tewas adalah calon majelis provinsi Balochistan, Siraj Raisani, yang saudara laki-lakinya, Nawab Aslam Raisani. Nawab Aslam Raisani merupakan menteri utama provinsi tersebut periode 2008-2013.

"Saudara saya Siraj Raisani telah menjadi martir," kata Haji Lashkari Raisani, saudara korban yang juga ikut serta dalam pemilu Pakistan untuk wilayah Balochistan, yang dikutip Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Raisani adalah kandidat peserta pemilu kedua yang terbunuh dalam kekerasan menjelang pemungutan suara.

Beberapa jam sebelumnya, ledakan bom juga menewaskan empat orang di kota Bannu utara. Serangan bom itu menargetkan konvoi kampanye Akram Khan Durrani, politisi Partai Muttahida Majlis-e-Amal (MMA), sebuah partai agama sekutu Liga Muslim Pakistan, partai pimpinan Sharif.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak