alexametrics

Netanyahu dan Penasihat Khamenei Sama-sama Temui Putin

loading...
Netanyahu dan Penasihat Khamenei Sama-sama Temui Putin
Presiden Rusia Vladimir Vladimorvich Putin. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan seorang penasihat pemimimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei sama-sama berkunjung ke Moskow hari Rabu untuk menemui Presiden Rusia Vladimir Putin. Kedua tamu Putin itu merupakan pihak yang saling bermusuhan.

Penasihat Khamenei untuk kebijakan luar negeri, Ali Akbar Velayati dijadwalkan tiba di Moskow hari Rabu ketika Netanyahu sedang bersiap mengadakan pembicaraan dengan Presiden Putin tentang konflik Suriah.

Pertemuan Putin dengan Netanyahu dijadwalkan berlangsung pukul pada 16.00 GMT. Pemimpin negara mayoritas Yahudi ini kembali akan mempersoalkan kehadiran militer Teheran di Suriah yang menjadi ancaman bagi Tel Aviv.

"Ini sangat penting bagi keamanan nasional negara Israel," kata Netanyahu kepada wartawan di sebuah bandara di Tel Aviv sebelum berangkat ke Moskow.



Tel Aviv sangat membenci kehadiran militer Teheran di Suriah, di mana Iran dan Rusia sama-sama membela rezim Presiden Bashar al-Assad untuk memerangi pemberontak sejak 2015.

Militer Tel Aviv sudah beberapa kali membombardir situs-situs Suriah yang dianggap sebagai basis kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran dan Hizbullah Lebanon karena dianggap sedang mempersiapkan untuk menyerang Israel.

Sementara itu, Velayati, seperti dilaporkan Al Jazeera, akan melakukan pertemuan dengan Putin pada hari Kamis (12/7/2018). Menurut laporan media Iran, Velayati daatng untuk menyampaikan "pesan penting" Khamenei untuk Putin.

Velayati juga akan melakukan pertemuan dengan para pejabat Rusia pada Jumat besok.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa kunjungan Velayati sejalan dengan jangkauan diplomatik Teheran setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

"Setelah kesalahan strategis (Presiden AS) Donald Trump menarik diri dari perjanjian multilateral dan internasional, JCPOA, Republik Islam Iran memutuskan untuk mengirim sejumlah perwakilan khusus ke negara lain," kata juru bicara kementerian tersebut, Bahram Qassemi, mengacu pada kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

"Kunjungan Velayati ke Moskow juga akan dilakukan sejalan dengan kebijakan semacam itu dan dia juga akan melakukan perjalanan ke China," katanya.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak