alexametrics

Al-Shabaab Serang Kementerian Dalam Negeri Somalia, 9 Tewas

loading...
Al-Shabaab Serang Kementerian Dalam Negeri Somalia, 9 Tewas
Tim medis menyelamatkan korban luka dalam serangan kelompok ekstrimis al-Shabaab ke kompleks kementerian dalam negeri Somalia. Foto/Istimewa
A+ A-
MOGADISHU - Sembilan orang tewas dalam sebuah serangan terhadap Kementerian Dalam Negeri Somalia. Pasukan keamanan berhasil menewaskan ketiga penyerang setelah terlibat baku tembak selama dua jam.

Sejumlah orang, sebagian besar pekerja pemerintah, terjebak dalam baku tembak. Para saksi mengatakan beberapa staf tewas atau terluka ketika melompat dari jendela atau tembok saat berusaha melarikan diri.

"Lebih dari 10 orang terluka dan jumlah korban tewas bisa meningkat," kata Kolonel Ahmed Mohamed seperti dikutip dari AP, Sabtu (7/7/2018).

Kapten polisi Mohamed Hussein menuturkan bahwa serangan dimulai pada pagi hari saat bom mobil bunuh diri meledak di gerbang kompleks kementerian dalam negeri. Kompleks ini berdekatan dengan istana kepresidenan dan markas besar parlemen serta kementerian keamanan.

"Puluhan orang akhirnya diselamatkan dalam operasi itu," kata Hussein, ketika sirene ambulans menggema dan tentara melepaskan tembakan untuk membubarkan saksi mata dan pengendara.

Kelompok ekstrimis al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Al-Shabaab adalah kepanjangan tangan al-Qaeda yang berbasis di Somalia. Kelompok ini sering menargetkan daerah-daerah penting di Ibu Kota.

Kelompok ini dipercaya bertanggung jawab atas bom truk di bulan Oktober tahun lalu yang menewaskan lebih dari 500 orang dalam serangan mematikan dalam sejarah negara itu.

Ancaman dari kelompok ekstremis Islam paling mematikan di sub-Sahara Afrika telah melukai upaya untuk memperkuat pemerintah Somalia yang rapuh dan menstabilkan negara Tanduk Afrika yang lama kacau.

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump telah meningkatkan upaya militer di Somalia, termasuk puluhan serangan pesawat tak berawak, terhadap al-Shabaab dan sejumlah militan yang terkait dengan kelompok Negara Islam (ISIS). Setidaknya dua personel militer AS telah terbunuh.

Militer AS dan komunitas internasional telah menyatakan keprihatinan tentang rencana pasukan keamanan Somalia untuk mengambil alih keamanan negara dari pasukan Uni Afrika multinasional selama beberapa tahun ke depan, dengan mengatakan pasukan lokal belum siap.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak