alexametrics

Desak Usir Sistem Rudal AS, Warga Korsel: No Nuklir, No THAAD!

loading...
Desak Usir Sistem Rudal AS, Warga Korsel: No Nuklir, No THAAD!
Berbagai tulisan warga di Soseong-ri yang menolak penempatan sistem rudal pertahanan THAAD Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A+ A-
SOSEONG-RI - Desakan pengusiran sistem rudal pertahanan Amerika Serikat (AS) muncul di sebuah kota di Korea Selatan (Korsel). Warga di Kota Soseong-ri menolak wilayah mereka jadi rumah untuk sistem rudal pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) buatan Washington.

THAAD dibeli Korea Selatan dari AS untuk melindungi diri dari ancaman rudal Korea Utara (Korut). Namun, warga di Kota Soseong-ri takut menjadi target jika permusuhan kedua Korea berlanjut.



Mereka mengeluhkan kebisingan dari generator yang menggerakkan THAAD dan helikopter pengangkut bahan bakar dan pasokan selama berjam-jam. Mereka khawatir tentang gelombang elektromagnetik dari sistem radar yang bisa merusak tanaman pertanian mereka.

Sejak Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melalukan pertemuan bersejarah di Singapura bulan lalu, warga Kota Soseong-ri merasa sistem rudal pertahanan THAAD tidak diperlukan lagi.

"Bawa THAAD keluar, ancaman nuklir Korea Utara hilang," bunyi spanduk yang dibawa sekitar 40 pria dan wanita berusia 60-an, 70-an dan 80-an tahun berjalan melewati dinding yang bertuliskan "No Nukes, No THAAD!" (Tidak Nuklir, Tidak THAAD)!.

Lee Jong-hee, seorang petani berusia 61 tahun, memimpin demo dua kali seminggu di luar pangkalan militer AS di kota itu, yang dibangun di atas bekas lapangan golf.

"Sekarang ancaman nuklir dan rudal Korea Utara sudah jelas (mereda). Seperti dinyatakan bahwa tidak akan ada perang lagi di semenanjung Korea, tidak ada alasan bagi THAAD untuk berada di negara saya," kata Lee, yang berharap sistem rudal pertahanan itu dapat ditarik dalam waktu tiga bulan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak