alexametrics

Pertemuan Para Pembangkang Iran di Paris Hendak Dibom

loading...
Pertemuan Para Pembangkang Iran di Paris Hendak Dibom
Kelompok oposisi Iran yang tinggal di pengasingan di Paris menggelar pertemuan. Foto/REUTERS/Regis Duvignau
A+ A-
BRUSSELS - Seorang diplomat Iran termasuk di antara tiga orang yang ditangkap pihak berwenang Eropa atas tuduhan merencanakan serangan bom terhadap pertemuan kelompok pembangkang Iran di Paris.

Kejaksaan dan Layanan Intelijen Belgia mengatakan, penangkapan diplomat Iran terjadi di Jerman. Sedangkan dua orang lainnya ditangkap di Belgia.

Pertemuan para oposisi Teheran di pengasingan mereka di Paris ikut dihadiri pengacara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.



Di Prancis sendiri ada tiga orang yang ditangkap terkait tuduhan serupa, namun dua dari mereka kemudian dibebaskan.

Beberapa mantan menteri Eropa dan Arab ikut menghadiri pertemuan oposisi bernama Dewan Perlawanan Nasional Iran (NCRI )yang berbasis di Paris. Kelompok pembangkang tersebut selama ini berusaha mengakhiri pemerintahan ulama Syiah di Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut laporan penangkapan diplomat Teheran itu sebagai "taktik bendera palsu" yang jahat. Teheran, kata kementerian tersebut, siap untuk bekerja dengan semua pihak untuk mengungkap "taktik jahat" tersebut.

Pernyataan bersama Kejaksaan dan Layanan Intelijen Belgia menyatakan dalam penangkapan dua tersangka juga ditemukan 500 gram TATP, sebuah bahan peledak buatan sendiri yang diproduksi dari bahan kimia yang tersedia dengan mudah, serta perangkat detonasi yang ditemukan di mobil mereka.

Pria berusia 38 tahun dan seorang wanita berusia 33 tahun, yang diidentifikasi hanya sebagai Amir S dan Nasimeh N, dituduh melakukan percobaan pembunuhan dan menyiapkan aksi teroris.

Sumber pengadilan Prancis mengatakan, tiga warga Iran yang ditangkap di Prancis memiliki hubungan para tersangka di Brussel. Dua orang dibebaskan karena kurangnya bukti.

"Betapa nyamannya; Saat kita memulai kunjungan kepresidenan ke Eropa, dugaan operasi Iran dan 'persekongkolan' telah ditangkap," kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif di Twitter.

"Iran dengan tegas mengutuk semua kekerasan dan teror di mana saja, dan siap untuk bekerja dengan semua pihak untuk mengungkap apa yang merupakan taktik jahat bendera palsu," lanjut Zarif, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/7/2018).

Pernyataan Belgia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang sosok diplomat Iran yang ditangkap.

Pertemuan NCRI, yang menarik ribuan orang, berlangsung pada hari Sabtu di Villepinte, di pinggiran Paris.

"Sebuah plot oleh kediktatoran agama yang memerintah Iran untuk melakukan serangan teroris terhadap pertemuan besar Resistansi Iran di Villepinte digagalkan," kata juru bicara NCRI, Shahin Gobadi.

Organisasi Mujahidin Rakyat Iran adalah komponen utama NCRI. Kelompok itu, yang juga dikenal dengan nama Mujahidin-e-Khalq, pernah tercatat sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, namun status itu dicabut.

Teheran telah lama menyerukan tindakan keras terhadap NCRI di Paris, Riyadh dan Washington.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak