Ini Kapal Selam Nuklir Tercanggih Miliki Rusia yang Ditakuti NATO
Minggu, 04 Februari 2024 - 19:46 WIB
loading...
Rusia memiliki kapal nuklir tercanggih. Foto/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan peresmian kapal kapal selam nuklir Pangeran Pozharsky dari proyek Borey-A dari gudang kapal di kota utara Severodvinsk. Itu akan menjadi salah satu kapal selam nuklir tercanggih milik Rusia yang menjadi ancaman bagi NATO.
Peresmian diadakan di bawah kepemimpinan Panglima Angkatan Laut, Laksamana Nikolai Yevmenov dan menandai berakhirnya produksi kapal selam keempat di bawah proyek Borey-A.
“Upacara yang kami selenggarakan hari ini sekali lagi menegaskan arah penguatan dan pengembangan kekuatan nuklir strategis angkatan laut, yang terus kami ikuti demi menjamin keamanan negara,” kata Yevmenov, dilansir Anadolu.
Yevmenov mencatat bahwa angkatan laut menerima “kapal selam yang andal dan modern, yang desain dan konstruksinya mempertimbangkan tantangan yang menjadi ciri situasi di lautan.”
“Kapal selam nuklir Pangeran Pozharsky mewujudkan solusi teknologi tercanggih, pengalaman dan tradisi pembuatan kapal bawah air dalam negeri, yang dimiliki sepenuhnya oleh pembuat kapal, perancang, dan ilmuwan Sevmash,” kata Yevmenov.
Peresmian diadakan di bawah kepemimpinan Panglima Angkatan Laut, Laksamana Nikolai Yevmenov dan menandai berakhirnya produksi kapal selam keempat di bawah proyek Borey-A.
“Upacara yang kami selenggarakan hari ini sekali lagi menegaskan arah penguatan dan pengembangan kekuatan nuklir strategis angkatan laut, yang terus kami ikuti demi menjamin keamanan negara,” kata Yevmenov, dilansir Anadolu.
Yevmenov mencatat bahwa angkatan laut menerima “kapal selam yang andal dan modern, yang desain dan konstruksinya mempertimbangkan tantangan yang menjadi ciri situasi di lautan.”
“Kapal selam nuklir Pangeran Pozharsky mewujudkan solusi teknologi tercanggih, pengalaman dan tradisi pembuatan kapal bawah air dalam negeri, yang dimiliki sepenuhnya oleh pembuat kapal, perancang, dan ilmuwan Sevmash,” kata Yevmenov.
Lihat Juga :