alexametrics

Soal Denuklirisasi Korut, Sikap Sekjen PBB Tidak Berubah

loading...
Soal Denuklirisasi Korut, Sikap Sekjen PBB Tidak Berubah
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
NEW YORK - Posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea tetap dan tidak berubah. Hal itu ditegaskan juru bicara Sekjen PBB.

Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menegaskan kembali sikap kepala PBB bahwa denuklirisasi harus lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah.

"Tidak ada yang ingin melihat denuklirisasi menjadi terbalik," cetus Dujarric saat menjawab pertanyaan mengenai kata-kata pernyataan bersama Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un di pertemuan Singapura seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (13/6/2018).

Pernyataan itu mengatakan Ketua Kim Jong-un menegaskan kembali komitmennya yang kuat dan teguh untuk menyelesaikan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Berbicara tentang peran PBB dalam membantu denuklirisasi, Dujarric mengatakan bahwa baik Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Organisasi Perjanjian Uji Coba Nuklir Komprehensif, dan organisasi PBB lainnya, dapat membantu dalam prosesnya.

Sementara itu, ia mencatat bahwa KTT itu adalah awal dari sebuah proses.

Sekjen PBB mencatat dalam suratnya kepada kedua pemimpin sebelum pertemuan puncak bahwa jalan di depan membutuhkan kerja sama, kompromi dan tujuan bersama.

"Menerapkan perjanjian hari ini dan sebelumnya tercapai, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan, akan membutuhkan kesabaran dan dukungan dari komunitas global," bunyi surat tersebut.

"Kami siap membantu pihak-pihak dalam melaksanakan dan memajukan prosesnya," katanya.

Dalam jumpa pers, juru bicara Presiden Majelis Umum Miroslav Lajcak, Brenden Varma mengatakan kepada wartawan bahwa presiden menganggap pertemuan hari ini menjadi langkah pertama yang positif ke arah yang benar.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak