alexametrics

AS Berniat Pindahkan Sistem Anti Rudal THAAD ke Jerman

loading...
AS Berniat Pindahkan Sistem Anti Rudal THAAD ke Jerman
Sitem anti rudal THAAD. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) telah mengadakan diskusi awal untuk memindahkan sistem pertahan rudal ke Jerman untuk meningkatkan pertahanan Eropa. Langkah ini menurut para ahli dapat memicu ketegangan baru dengan Rusia.

Sementara Eropa dan AS berselisih mengenai nasib perjanjian nuklir, mereka berbagi keprihatinan tentang perkembangan lanjutan rudal balistik Iran.



Rudal Iran Shahab 3 sudah dapat melakukan perjalanan sejauh 2.000 km, cukup untuk mencapai Eropa selatan, dan Pengawal Revolusionernya mengatakan mereka akan meningkatkan jangkauan jika terancam karena jangkauan dibatasi oleh doktrin strategis, bukan kendala teknologi.

"Komando Eropa AS telah mendorong sistem THAAD di Eropa selama bertahun-tahun, tetapi penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran telah menambah urgensi terhadap masalah ini," kata Riki Ellison, kepala Aliansi Advokasi Rudal Pertahanan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/6/2018).

Seorang pejabat militer senior Jerman mengatakan perlunya menambahkan lebih banyak radar di seluruh Eropa untuk melacak dan memantau potensi ancaman dengan lebih baik, dan memberi isyarat kepada pencegat rudal jika diperlukan.

Departemen Pertahanan AS mengatakan belum ada tindakan yang diputuskan.

"Saat ini tidak ada rencana untuk menempatkan sistem anti rudal THAAD di Jerman. Kami tidak membahas potensi perencanaan militer di masa depan, karena kami tidak ingin memberi sinyal niat kami untuk musuh potensial. Jerman tetap di antara mitra terdekat kami dan sekutu terkuat," kata juru bicara Pentagon Eric Pahon.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak