alexametrics

Pilot Rusia Ditemukan Setelah Tiga Dekade Hilang di Afghanistan

loading...
Pilot Rusia Ditemukan Setelah Tiga Dekade Hilang di Afghanistan
Seorang pilot Rusia yang hilang selama tiga dekade di Afghanistan berhasil ditemukan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
MOSKOW - Seorang pilot Rusia yang hilang dan diduga tewas setelah pesawatnya ditembak jatuh tiga dekade lalu selama invasi Soviet ke Afghanistan ditemukan hidup dan ingin pulang. Hal itu diungkapkan kelompok veteran militer.

"Dia masih hidup. Sangat mengherankan. Sekarang dia membutuhkan bantuan," ujar pimpinan serikat penerjun payung Rusia, Valery Vostrotin, kepada kantor berita RIA Novosti yang dikutip The Guardian, Sabtu (2/6/2018).

Vostrotin, yang mengepalai Rusia dari komisi gabungan Rusia-AS terhadap tawanan perang dan tentara yang hilang dalam aksi, menolak menyebutkan nama pilot tersebut karena alasan kerahasiaan.

Pria itu ditembak jatuh pada 1987 dan kemungkinan sekarang berusia di atas 60 tahun, wakil kepala organisasi veteran Battle Brotherhood, Vyacheslav Kalinin, mengatakan kepada kantor berita itu.

Ia menyatakan pilot itu bisa berada di Pakistan, di mana Afghanistan memiliki kamp untuk tawanan perang, dan mengatakan dia ingin pulang ke rumah.

RIA Novosti melaporkan bahwa 125 pesawat Soviet ditembak jatuh di Afghanistan selama perang antara 1979 dan 1989. Ketika pasukan Soviet ditarik keluar pada 1989, sekitar 300 tentara dinyatakan hilang. Sejak itu, 30 telah ditemukan dan sebagian besar kembali ke negara asal mereka.

Harian bisnis Kommersant melaporkan bahwa hanya satu pilot Soviet yang ditembak jatuh pada 1987. Ia bernama Sergei Pantelyuk dari wilayah Rostov Rusia selatan, yang hilang bersama dengan pesawatnya setelah lepas landas dari lapangan udara Bagram, sekarang menjadi pangkalan udara AS, di utara Kabul.

Kepala organisasi veteran setempat mengatakan bahwa ibu dan saudara perempuannya masih hidup dan tabloid Komsomolskaya Pravda menelusuri putri berusia 31 tahun milik Pantelyuk yang lahir beberapa bulan sebelum ayahnya hilang.

Senator Frants Klintsevich mengatakan kepada RIA Novosti bahwa ini bukan satu-satunya kasus serupa. Ia lantas mengatakan telah bertemu dengan seorang prajurit Soviet dalam perjalanan ke Afghanistan beberapa tahun yang lalu yang menolak memberikan namanya dan berbicara bahasa Rusia dengan susah payah dan mengatakan sudah terlambat baginya untuk kembali.

Mantan tentara Soviet Bakhretdin Khakimov, yang diwawancarai oleh AFP pada tahun 2015, adalah salah satu dari mereka yang memilih untuk tetap di Afghanistan. Ia terluka parah dan dirawat oleh orang-orang setempat dan kemudian masuk Islam.

"Saya tinggal di Afghanistan karena orang Afghanistan sangat baik dan ramah," katanya kepada AFP.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak