alexametrics

Siapa Menang jika Iran-Israel Perang? Ini Komparasi Militernya

loading...
Siapa Menang jika Iran-Israel Perang? Ini Komparasi Militernya
Fotografis skenario perang yang mungkin antara Iran dan Israel. Foto/Business Insider
A+ A-
TEL AVIV - Perseteruan Iran dan Israel terus memanas dengan Suriah secara tidak langsung telah menjadi medan tempurnya. Kedua negara itu semakin keras mengumbar retorika perang menyusul serangan puluhan roket Teheran di Dataran Tinggi Golan yang direspons serangan ratusan rudal Israel terhadap basis-basis Iran di Suriah.

Israel selama ini menikmati dukungan militer Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu utamanya. Sedangkan Iran justru "dimusuhi" beberapa negara Arab, terutama Arab Saudi.

Menurut perkiraan GlobalFirepower.com yang bersumber dari data CIA, perbandingan kekuatan secara sekilas antara Teheran dan Tel Aviv sebagai berikut;



Iran


  • Anggaran pertahanan: USD6,3 miliar.
  • Personel militer aktif: 534.000 orang.
  • Pesawat militer: 505 unit.
  • Tank tempur: 1.650 unit.
  • Aset angkatan laut: 398 unit.
Israel
  • Anggaran pertahanan: USD20 miliar.
  • Personel militer aktif: 147.000 orang.
  • Pesawat militer: 596 unit.
  • Tank tempur: 2.760 unit.
  • Aset angkatan laut: 65 unit.
Data statistik senjata belum jadi jaminan memenangkan peperangan. Dalam kasus konfrontasi militer, kualitas senjata dan peralatan militer menjadi perhitungan utama. Dalam hal itu, Israel kemungkinan lebih unggul, terlebih Iran sudah lama terseok-seok karena terkena embargo negara-negara Barat.

Bahkan, jika terjadi konfrontasi, pasukan Israel tidak mungkin akan melancarkan serangan darat terhadap Republik Islam Iran mengingat rasio populasi antara kedua negara berbeda jauh, yakni Iran sebanyak 82 juta jiwa. Sedangkan Israel 8,3 juta jiwa.

Strategi yang kemungkinan besar diambil Israel adalah menggunakan Angkatan Udara dan mungkin serangan rudal Angkatan Laut-nya.

Bagi Iran sendiri juga akan sulit untuk menyerang Israel melalui darat. Opsi yang kemungkinan diambil Teheran adalah melakukan serangan rudal besar-besaran terhadap Israel dari wilayah Iran dan menggunakan gerakan anti-Israel seperti Hizbullah Lebanon dan Hamas di Gaza sebagai proksi di lapangan.

Angkatan Udara

Pesawat tempur Republik Islam Iran sebagian besar sudah ketinggalan zaman. Di antaranya; jet tempur F-4 danĀ  F-5 yang dirancang pada 1950-an, F-7, pesawat MiG-21 Soviet, F-14, Su-20, Su-24, Su-25 dan MiG-25 yang dikembangkan pada 1970-1980-an. Selain itu, banyak pesawat tempur Iran tidak layak untuk dinas aktif.

Kompleks industri militer Iran memproduksi sejumlah pesawat tempur domestik, termasuk Azarakhsh, Saeqeh, Tazarv. Namun, menurut beberapa pengamat, beberapa pesawat itu dirancang atas dasar model asing yang sudah usang.

"Angkatan Udara (Iran) pada dasarnya terdiri dari pesawat-pesawat AS tua dan (pesawat terbang) yang berhasil diperoleh Iran," kata pensiunan pejabat Angkatan Udara Israel, Jenderal Israel Baharav pada Sputnik, yang dilansir Jumat (25/5/2018).

"Saya percaya bahwa Angkatan Udara Iran dapat diperhitungkan hanya jika (Israel) harus beroperasi di wilayah udara Iran," ujarnya.

Jenderal tersebut ragu bahwa pesawat Iran akan melakukan operasi militer di wilayah Israel.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak