alexametrics

Militer AS Siap Tanggapi Aksi Provokatif Korut

loading...
Militer AS Siap Tanggapi Aksi Provokatif Korut
Militer AS tetap dalam status waspada pasca Presiden Donald Trump membatalkan pertemuannya dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka tidak meningkatkan kewaspadaan atau mengubah posturnya terhadap Korea Utara (Korut) setelah Presiden Donald Trump membatalkan pertemuan bersejarah dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.

"Ada kewaspadaan yang tinggi - keadaan waspada yang selalu kita miliki karena mereka terbukti tidak dapat diprediksi di masa lalu," kata Letnan Jenderal Kenneth McKenzie, direktur staf gabungan, di Pentagon.

“Tapi itu bukan kewaspadaan tinggi. Ini adalah kewaspadaan normal yang kita pertahankan,” terangnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/5/2018).

McKenzie mengatakan tidak ada perubahan dalam dukungan militer AS terhadap kampanye pimpinan AS untuk menekan Korut agar melakukan denuklirisasi.

Ia mengatakan militer siap untuk menanggapi provokasi Korut, tetapi tidak berspekulasi lebih lanjut.

“Kami akan melihat apa yang berkembang selama beberapa hari ke depan, jika ada tindakan provokatif dari DPRK, kami pasti akan, bersama dengan sekutu dan mitra kami di kawasan ini, siap untuk itu,” tegasnya.

Trump membatalkan pertemuan itu beberapa jam setelah Korut mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti janji untuk meledakkan terowongan di lokasi uji coba nuklir utamanya, yang menurut Pyongyang adalah bukti komitmennya untuk mengakhiri uji coba nuklir.

McKenzie mengatakan militer AS masih menilai kerusakan dari penghancuran itu.

"Kami sedang melihat foto-foto itu sekarang dan kami tidak memiliki penilaian akhir," katanya.

"Mereka jelas melakukan beberapa penghancuran yang terlihat dari pintu masuk ke terowongan," terangnya.

Pengumuman itu datang ketika Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan komandan militer AS lainnya berkumpul di Pangkalan Angkatan Udara Peterson di Colorado untuk upacara untuk mengantar komandan baru guna mengawasi pasukan AS di Amerika Utara, yang tanggung jawabnya termasuk membela terhadap serangan rudal.

Pentagon mengakui bahwa Mattis telah mengetahui tentang keputusan Trump jelang pengumuman publiknya.

Namun belum jelas apakah keduanya berbicara sebelumnya, berapa lama mereka berbicara atau apakah Mattis memberikan masukan langsung sebelum keputusan Trump.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak