alexametrics

Iran: AS Kembali Berilusi Mengenai Ancaman Teheran

loading...
Iran: AS Kembali Berilusi Mengenai Ancaman Teheran
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyebut pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo tentang Iran tidak benar. Foto/Reuters
A+ A-
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyebut pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo tentang Iran tidak benar. Zarif menyatakan, pernyataan Pompeo didasari oleh ilusi lama AS mengenai ancaman yang dapat ditimbulkan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi Iran, Zarif mengatakan, Pompeo telah mengulangi tuduhan lama terhadap Teheran hanya dengan nada yang lebih kuat dan menggunakan kata-kata yang lebih tidak senonoh.

"Pompeo dan pejabat AS lainnya terjebak dalam ilusi lama. Mereka disandera oleh kelompok-kelompok penekan yang korup," kata Zarif dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Rabu (23/5).

Seperti diketahui, awal pekan ini Pompeo mengatakan Washington akan menjatuhkan sanksi terhadap Iran jika tidak menghentikan penyebaran pengaruh regional dan militer mereka, serta  menuduh Teheran mendukung kelompok-kelompok bersenjata di negara-negara seperti Suriah, Libanon dan Yaman.



Penghentian penyebaran pengaruh ini adalah bagian dari 12 tuntutan yang disampaikan oleh Pompeo, yang akan dimasukan dalam kesepakatan nuklir yang baru.

Selain kedua hal itu, hal lain yang menjadi tuntutan Pompeo adalah mengenai pemberian izin tanpa batas kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), untuk mengawasi semua situs nuklir yang ada di Iran.

Pompeo kemudian menyatakan, tuntutan yang disampaikan oleh dirinya kepada Iran tidak terlalu berlebihan. "Saya telah melihat laporan bahwa ini adalah fantasi dan mereka tidak dapat terjadi, tetapi kami meminta hal-hal yang benar-benar sangat sederhana, yang sejujurnya sebagian besar negara di dunia terlibat," ucap Pompeo.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak