alexametrics

Tidak Kompeten, Korut Tolak Lakukan Pembicaraan dengan Korsel

loading...
Tidak Kompeten, Korut Tolak Lakukan Pembicaraan dengan Korsel
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
SEOUL - Kepala negosiator Korea Utara (Korut) menyebut pemerintah Korea Selatan (Korsel) tidak tahu apa-apa dan tidak kompeten. Ia juga mencela latihan tempur udara Korsel dan mengancam akan menghentikan semua pembicaraan kecuali tuntutannya dipenuhi.

Komentar Ri Son-gwon, ketua Komite Korut untuk Reunifikasi Damai negara itu, adalah yang terbaru dalam serangkaian pernyataan yang menandai perubahan drastis Korut setelah berbulan-bulan mengurangi ketegangan dengan rencana denuklirisasi dan pertemuan puncak yang dijadwalkan dengan Amerika Serikat (AS).

Ri mengkritik Korsel karena berpartisipasi dalam latihan, serta memungkinkan "sampah manusia" untuk berbicara di Majelis Nasional, bunyi laporan kantor berita Korut, KCNA.

Pernyataan itu tidak mengidentifikasi "manusia sampah" dengan nama, tetapi Thae Yong-ho, mantan diplomat Korut yang membelot ke Selatan pada tahun 2016, mengadakan konferensi pers pada hari Senin di Majelis Nasional Korsel untuk mempublikasikan biografinya.



Dalam memoarnya, "Kata Sandi dari Lantai Tiga", Thae menggambarkan pemimpin Korut Kim Jong-un sebagai sosok yang tidak sabar, impulsif dan kasar.

"Kecuali situasi serius yang menyebabkan penangguhan perundingan tingkat tinggi utara-selatan diselesaikan, tidak akan pernah mudah untuk bertatap muka lagi dengan rezim Korea Selatan saat ini," bunyi laporan itu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/5/2018).

Sebelumnya Korut mengatakan tidak akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi 12 Juni antara pemimpin Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Singapura jika AS terus menuntutnya secara sepihak meninggalkan persenjataan nuklirnya, yang telah dikembangkan dengan menyimpang dari resolusi Dewan Keamanan PBB untuk melawan sikap permusuhan AS.

Baca: Bertemu Trump, Korut Tidak Tertarik Bahas Denuklirisasi

Seorang pejabat resmi istana presiden Korsel mengatakan, Seoul bermaksud untuk lebih aktif melakukan peran seorang mediator antara AS dan Korut, tetapi tujuan itu dipertanyakan oleh Ri.

Baca: Pertemuan Korut-AS di Ujung Tanduk, Korsel Siap jadi Mediator

"Pada kesempatan ini, pihak berwenang Korea Selatan saat ini telah jelas terbukti sebagai kelompok yang bodoh dan tidak kompeten tanpa rasa sadar dari situasi saat ini," demikian pernyataan Ri.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak