alexametrics

Pentagon Tidak Berniat Kurangi Operasi Militer di Korsel

loading...
Pentagon Tidak Berniat Kurangi Operasi Militer di Korsel
Pentagon menyatakan tidak berniat untuk mengurangi operasi militer di Korsel. Foto/Ilustrasi
A+ A-
WASHINGTON - Pentagon membela latihan bersama Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) yang sedang berlangsung. Latihan ini memicu ancaman dari Korea Utara (Korut) untuk membatalkan pertemuan dengan Presiden Donald Trump bulan depan.

"Ruang lingkup latihan kami tidak berubah," kata juru bicara Pentagon Dana White, menambahkan bahwa latihan tahunan itu sudah berlangsung lama dan bersifat defensif seperti dikutip dari CNBC, Jumat (18/5/2018).

"Ini adalah keputusan aliansi, ini adalah sesuatu yang kami lakukan untuk memastikan kesiapan kedua pasukan kami serta pasukan Korea Selatan," jelas White, mencatat bahwa latihan akan terus berlanjut meskipun ada rencana pembicaraan dengan Korut.

White mengatakan Departemen Pertahanan belum mengadakan pembicaraan untuk mengurangi operasi pelatihan masa depannya di Semenanjung Korea.



"Belum ada pembicaraan untuk mengurangi apa pun, tidak ada pembicaraan untuk mengubah ruang lingkup kami. Ini adalah latihan tahunan dan kami sangat transparan tentang hal itu," tutur White.

Sementara itu, sekretaris pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan bahwa pemerintah terus mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi pada 12 Juni nanti di Singapura. Segera setelah itu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa jika pertemuan itu tidak terjadi, pemerintah akan jalan terus.

Kantor berita Korut menggambarkan latihan militer bilateral yang dilabeli "Max Thunder" itu sebagai aksi "provokasi" dan uji coba untuk invasi masa depan.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak